Tak ada WNI Jadi Korban Kecelakaan Bus di Madinah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Judha Nugraha, Kepala sub direktorat kelembagaan dan diplomasi perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, sedang memberikan pemaparan dalam acara pelatihan bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di luar negeri, Bandung, Jawa Barat, Minggu 6 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Judha Nugraha, Kepala sub direktorat kelembagaan dan diplomasi perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, sedang memberikan pemaparan dalam acara pelatihan bimbingan teknis penanganan permasalahan WNI di luar negeri, Bandung, Jawa Barat, Minggu 6 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, mengkonfirmasi sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban luka dalam musibah kecelakaan bus di dekat kota Madinah Arab Saudi, Kamis, 17 Oktober 2019. Dalam musibah itu, sebanyak  35 orang warga negara asing (WNA) tewas. 

    Judha dalam keterangannya menyebut tim perlindungan WNI KJRI Jeddah telah bergerak ke kota Madinah dan bertemu pihak Kepolisian serta Rumah Sakit King Fahd. Terdapat 35 korban meninggal dalam keadaan hangus dan 5 korban luka parah.

    "Dari lima korban luka parah, tidak ada korban WNI. Sedangkan untuk korban meninggal, Polisi perlu melakukan tes DNA," kata Judha, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Tim perlindungan WNI juga telah menghubungi simpul - simpul masyarakat Indonesia di Arab Saudi dan sampai Kamis malam belum terdapat laporan adanya korban WNI.

    Sebelumnya situs Arab News mewartakan sebuah bus yang disewa dan membawa 35 orang WNA bertabrakan dengan sebuah kendaraan mesin berat di Madinah, Arab Saudi. Mereka yang tewas merupakan WNA dari Arab dan kawasan Asia yang sedang beribadah di kota suci.

    Sejumlah foto yang dipublikasi menunjukkan bus sewaan itu terbakar dan jendela-jenderal kaca bus pecah. Kepolisian kota Madinah masih menyelidiki penyebab kecelakaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.