Amerika Gelar Serangan Siber Terhadap Iran Pasca Insiden Kilang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hacker. REUTERS

    Ilustrasi Hacker. REUTERS

    TEMPO.COWashingtonAmerika Serikat menggelar operasi serangan siber rahasia terhadap jaringan komputer di Iran pasca serangan terhadap dua instalasi kilang minyak Arab Saudi pada 14 September 2019.

    AS dan Saudi menyalahkan Teheran atas serangan terhadap kilang minyak, yang menggunakan drone dan rudal balistik jarak dekat.

    Pemerintah Iran membantah terlibat serangan ini dan menyebut milisi Houthi sebagai pelakunya. Houthi mengklaim sebagai pelaku meski AS dan Saudi meragukan kemampuan militer kelompok itu untuk melakukan operasi serangan rudal presisi.

    “Operasi serangan siber ini terjadi pada akhir September 2019 dan menyasar pada kemampuan Teheran menyebarkan propaganda,” begitu menurut dua pejabat AS seperti dilansir Reuters pada Rabu, 16 Oktober 2019.

    Salah satu pejabat AS menyebut serangan siber ini mengenai piranti keras atau hardware dari jaringan komputer di Iran. Tapi dia tidak menjelaskan secara detil.

    Serangan siber ini menunjukkan upaya pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, melawan apa yang disebut sebagai agresi Iran tanpa menimbulkan konflik yang meluas.

    Serangan siber ketiga ini tampaknya lebih terbatas dibandingkan dua serangan siber pasca penembakan jatuh pesawat drone Global Hawk oleh tentara Iran dan pasca serangan terhadap kapal tanker di Teluk, yang diduga dilakukan oleh Pasukan Garda Revolusi Iran.

    Soal serangan siber terakhir ini, pejabat Pentagon enggan menjelaskan lebih rinci.

    “Sebagai bagian dari kebijakan, dan untuk keamanan operasional, kami tidak mendiskusikan operasi siber, intelijen dan perencanaan,” juru bicara Elissa Smith, juru bicara Pentagon. Amerika juga telah mengirimkan sekitar 3.000 tambahan pasukan ke Arab Saudi atas permintaan kerajaan untuk memperkuat pertahanan negara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.