Asrama Kampus di Selandia Baru Terancam Kena Denda, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asrama mahasiswa. Sumber: Shutterstock/english.alarabiya.net

    Ilustrasi asrama mahasiswa. Sumber: Shutterstock/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah universitas dan penyedia jasa akomodasi di Selandia Baru pada Selasa, 15 Oktober 2019 mengungkap mereka akan dikenai denda yang sangat berat menyusul terjadinya kasus kematian seorang mahasiswa di kamar asramanya yang tidak diketahui hingga berminggu-minggu. Mahasiswa itu meninggal dalam bilik kamar asramanya sendirian, hingga jasadnya membusuk.

    Menteri Pendidikan Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan sebuah aturan mandatori akan diberlakukan per tahun 2021, diantaranya denda sebesar NZ$100 ribu atau Rp 892 juta untuk pelanggaran yang menyebabkan kematian mahasiswa atau cidera serius.

    Mason Pendrous, 19 tahun, meninggal dalam kamar asrama tanpa ada yang mengetahuinya. Sumber: Photo / RNZ / nzherald.co.nz

    Hipkins dalam keterangannya mengatakan kematian seorang mahasiswa yang bernama Mason Pendrous, 19 tahun, adalah sebuah takdir, namun juga memperlihatkan kegagalan tegaknya standar sikap sukarela untuk merawat para mahasiswa yang tinggal asrama khusus. Kasus kematian mahasiswa tersebut terjadi pada September lalu.

    "Kode untuk secara sukarela merawat para mahasiswa itu sudah gagal dan sekarang saatnya bagi pemerintah untuk terlibat," kata Hipkins, seperti dikutip dari english.alarabiya.net, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Pendrous tinggal di sebuah asrama swasta yang dikelola oleh Campus Living Villages (CLV). Dia tinggal disana sejak dia kuliah di Universitas Canterbury, Selandia Baru.

    Pada akhir Agustus 2019, pihak keluarga Pendrous sudah menghubungi pihak universitas karena khawatir setelah Pendrous tidak memberi kabar pada keluarga selama empat minggu atau sebulan setelah jasadnya ditemukan pada 23 September 2019. Kasus ini sekarang sedang diinvestigasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.