Cina Minta Turki Hentikan Serangan ke Kurdi di Suriah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlihat berfoto bersama di sela acara santap malam menjelang peringatan Armistice Day keesokan harinya di Paris, Prancis, pada 10 November 2018 waktu setempat. Anadolu

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlihat berfoto bersama di sela acara santap malam menjelang peringatan Armistice Day keesokan harinya di Paris, Prancis, pada 10 November 2018 waktu setempat. Anadolu

    TEMPO.COBeijing – Kementerian Luar Negeri Cina mendesak pemerintah Turki menghentikan serangan militer ke Suriah.

    Cina meminta agar Turki kembali ke jalur yang benar. Juru bicara Menteri Luar Negeri Cina, Geng Shuang, mengatakan ini dalam jumpa pers harian di Beijing terkait operasi militer Turki terhadap Kurdi.

    Permintaan Cina ini senada dengan permintaan Amerika Serikat agar militer Turki berhenti menyerang pasukan pertahanan Kurdi di Suriah bagian utara.

    Presiden AS, Donald Trump, mengenakan sanksi kepada Turki pada Senin kemarin. Dia juga mendesak sekutu di NATO ini untuk menghentikan serangan militer di kawasan Suriah timur laut.

    Trump menelpon Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memintanya melakukan gencatan senjata dengan pasukan Kurdi. Sebelumnya, para pengritik menuding Trump memberi lampu hijau kepada pasukan Turki untuk menyerang pasukan Kurdi dengan cara menarik pasukan AS yang bertugas di wilayah konflik itu.

    “AS tidak akan menolerir invasi Turki ke Suriah lebih jauh. Kita meminta Turki untuk mundur, mengakhiri tindak kekerasan dan datang ke meja perundingan,” kata Mike Pence, wakil Presiden AS, kepada media.

    Trump juga mengumumkan rencana mengenakan tarif baja kembali kepada Turki dan meminta negosiasi perdagangan dengan Ankara senilai US$100 miliar atau sekitar Rp1.400 Triliun.

    Namun, langkah Trump ini dianggap terlambat oleh politisi Demokrat di Kongres.

    “Pengumuman paket sanksi terhadap Turki tidak cukup untuk membalik bencana kemanusiaan yang telah terjadi,” kata Nancy Pelosi, ketua DPR AS.

    Invasi Turki ke Kurdi bertujuan menghalau milisi bersenjata YPG, yang merupakan sekutu utama AS dalam perang melawan kelompok teroris ISIS di sana. Ankara  menganggap YPS sebagai pasukan teroris yang terkoneksi dengan kelompok perlawanan bersenjata di Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.