Pemerintah Hong Kong Janji Bangun Rumah untuk Redam Demonstrasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam bertemu publik selama dialog di Stadion Queen Elizabeth di Wan Chai, 26 September 2019.[Winson Wong/South China Morning Post]

    Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam bertemu publik selama dialog di Stadion Queen Elizabeth di Wan Chai, 26 September 2019.[Winson Wong/South China Morning Post]

    TEMPO.COHong Kong – Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, akan fokus melakukan pembangunan perumahan dan penyediaan lahan bagi warga yang membutuhkan.

    Carrie Lam mengatakan ini dalam pidato pada Selasa, 15 Oktober 2019 untuk meningkatkan kepercayaan publik akan masa depan Hong Hong di tengah demonstrasi besar-besaran yang melanda salah satu pusat industri keuangan di Asia itu sejak Juni 2019.

    Carrie Lam, yang mendapat dukungan Cina, sedang menghadapi tekanan publik yang hebat untuk mengembalikan kepercayaan yang rusak terkait rencana pengesahan legislasi ekstradisi.

    Legislasi ini telah ditarik dari parlemen namun warga terus menuntut dengan demonstrasi. Mereka meminta penerapan sistem demokrasi agar bisa memilih para pemimpin.

    Isu penyediaan perumahan murah bagi warga kembali muncul di tengah aksi protes massal ini. Hong Kong dikenal sebagai salah satu tempat dengan harga properti termahal di dunia.

    “Kebijakan itu tampaknya ingin meningkatkan penyediaan rumah bagi warga. Perumahan menjadi isu paling besar saat ini,” kata Carie Li, seorang ekonom di OCBC Wing Hang Bank seperti dilansir Reuters pada Selasa, 15 Oktober 2019.

    Carie Li mengusulkan agar otoritas Hong Kong juga mengalokasikan dana dan program untuk membantu pedagang ritel, pengelola bisnis wisata, dan sektor katering, yang terdampak hebat akibat melambatnya ekonomi sejak Juni 2019 lalu.

    Angka penjualan ritel Hong Kong pada Agustus menunjukkan tingkat terendah seiring meningkatnya aksi protes massa. Ini membuat sejumlah toko dan pusat perbelanjaan tutup, yang kerap terjadi pada saat puncak seperti akhir pekan dan hari libur.

    Sektor ritel, akomodasi, dan layanan makanan mempekerjakan sekitar 16.3 persen dari total pekerja di Hong Kong pada 2018 menurut data statistik dari Bank of America Merrill Lynch.

    Beijing juga telah melontarkan kritik kepada para pengembang perumahan di Hong Kong, yang dinilai tidak mengalokasikan cukup perumahan bagi warga menengah bawah. Padahal, Hong Kong mulai memasuki masa resesi pertama dalam sepuluh tahun terakhir.

    Menanggapi ini, pengembang properti New World Development Co Ltd mengatakan akan mengalokasikan 3 juta kaki persegi dari lahan yang dimiliki untuk perumahan rakyat. Pengembang Henderson Land juga akan mengalokasikan lahan untuk perumahan subsidi untuk warga Hong Kong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.