Turis Jepang dan Vietnam Komplain Restoran di Roma, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spageti Rendang. facebook.com

    Spageti Rendang. facebook.com

    TEMPO.CORoma – Sebuah restoran di Kota Roma, Italia, mendapat sejumlah kritik karena diduga mengenakan biaya terlalu mahal kepada dua orang turis asal Jepang.

    Turis ini mengatakan mendapat tagihan senilai 430 euro atau Rp6.7 juta untuk dua piring spageti, ikan dan air minum.

    Kedua turis bersantap di Antico Caffe di Marte Restaurant, yang terletak dekat Castle Sant’Angelo.

    Foto tagihan itu diunggah di Facebook pada September dan mulai menyebar ke jejaring sosial akhir-akhir ini.

    “Kedua turis juga dikenai biaya tambahan tips sekitar 80 euro atau sekitar Rp1.2 juta,” begitu dilansir CNN pada awal Oktober 2019.

    Sejumlah pengunjung lainnya juga mengatakan hal sama. Mereka merasa telah diperas oleh restoran itu.

    Seorang warga Vietnam yang tinggal di Jerman , Minh Ngoc Bui, merupakan salah satu orang yang berkomentar pernah mengalami peristiwa serupa di resto itu.

    Dia pernah bersantap bersama tiga orang rekannya di Antico Caffe pada 27 Agustus saat pelayan menawarkan makanan seafood berupa campuran ikan yang ada di daftar menu. Pelayan mengatakan harganya sekitar 6.5 euro atau sekitar Rp100 ribu per 100 gram.

    “Kami setuju saat itu,” kata dia soal harga yang dirasakan tidak terlalu mahal. “Tapi pelayan ternyata membawa satu piring ikan campur seberat 2 kilogram.”

    Minh mengaku merasa terkejut melihat jumlah iklan yang dibawa begitu banyak. Jadi mereka membayar sekitar 150 euro atau sekitar Rp2.4 juta. ”Kami terkejut tapi tidak ingin ada drama lebih banyak di hari terakhir di Italia,” kata dia.

    Namun, pelayan mengenakan biaya lebih mahal yaitu sekitar 476.4 euro atau sekitar Rp7.5 juta dengan alasan biaya layanan tambahan dan tips. Pelayan juga berkilah para tamu telah memesan ikan campur seberat 4.8 kilogram.

    Media Tripadvisor telah mencabut nama restoran itu dari daftar rekomendasinya karena munculnya sejumlah komentar pengguna terkait insiden ini.

    Soal ini, pengelola Antico Caffe di Marte mengatakan daftar menu jelas terkait komplain dari turis Jepang tadi seperti dilansir media lokal.

    “Semuanya tertulis dengan detil. Lihat saja harganya di daftar menu,” kata Giacomo Jin, pemilik restoran itu. Menurut dia, harga mahal itu karena ikannya segar dan dipilih langsung oleh pelanggan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.