Justin Trudeau Terus Berkampanye Meski Ada Ancaman Keamanan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bianca Andreescu bersama PM Kanada, Justin Trudeau saat penyambutan petenis Kanada itu di Mississauga, atas prestasinya menjadi juara AS Terbuka 2019. (Moe Doiron/Reuters)

    Bianca Andreescu bersama PM Kanada, Justin Trudeau saat penyambutan petenis Kanada itu di Mississauga, atas prestasinya menjadi juara AS Terbuka 2019. (Moe Doiron/Reuters)

    TEMPO.COToronto – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, bahwa dia tidak akan mengubah caranya berkampanye menjelang pemilihan federal pada 21 Oktober 2019.

    Trudeau mengatakan ini setelah adanya informasi mengenai adanya ancaman keamanan yang memaksanya mengenakan jaket anti-peluru saat berkampanye pada Sabtu, 12 Oktober 2019.

    “Kekhawatiran saya pertama adalah keamanan dari keluarg saya dan semua rakyat Kanada di ruangan kampanye,” kata Trudeau kepada jurnalis setelah membantu sejumlah relawan mengepak kotak makanan untuk keluarga membutuhkan pada saat hari Thanksgiving Kanada seperti dilansir Reuters pada Ahad, 13 Oktober 2019.

    Trudeau tiba terlambat selama sekitar 90 menit ke lokasi kampanye di pinggiran Kota Toronto dengan mengenakan pakaian jaket anti-peluru di balik kemejanya. Polisi belum menjelaskan apa sebenarnya ancaman kepada politisi dari Partai Liberal Kanada itu.

    “Ini tidak akan mengubah apapun soal cara saya berkampanye,” kata dia.

    Trudeau mengenakan kemeja lengan panjang dengan bagian lengan tergulung. Dia tidak terlihat mengenakan jaket pengaman saat itu. Polisi yang berjaga juga menjaga jarak agar jauh pada Ahad, 13 Oktober 2019.

    Situasi ini berbeda dengan saat polisi membentuk lingkaran ketat di sekelilingnya pada Sabtu akhir pekan lalu. Trudeau mengatakan keputusan untuk tetap berkampanye pada Sabtu pekan lalu diambil setelah mendapat masukan dari polisi Kanada.

    Saat ini, Trudeau sedang menghadapi rivalnya yaitu Andrew Sheer dari Partai Konservatif Kanada dengan persaingan berjalan relatif ketat. Namun, partai sayap kirip New Democrats mulai mendapat perhatian publik dan kemungkinan menjaga keseimbangan baru.

    Trudeau menuding Partai Konservatif menyebarkan perpecahan saat berkampanye pada Ahad kemarin. Namun, dia tidak menyalahkan taktik yang digunakan partai itu karena menimbulkan masalah keamanan.

    “Partai Konservatif melakukan serangan pribadi dan berbohong kepada rakyat Kanada. Dan itu adalah satu-satunya car mereka bisa terpilih,” kata Trudeau.

    Dia juga menuding Partai Konservatif bakal mengurangi anggaran layanan publik atau austerity jika terpilih. Sebaliknya, Partai Liberal bakal menginvestasikan dana untuk masa depan negara.

    Seperti dilansir Channel News Asia, Trudeau sempat mengalami masalah saat berkampanye dengan munculnya foto dirinya dengan wajah bercat hitam. Kelompok minoritas menuding foto itu menunjukkan Trudeau bersikap rasis sebelum menjadi PM.

    Trudeau mengakui foto itu bagian dari acara di sekolah tempatnya mengajar. Dia meminta maaf karena telah bersikap tidak sensitif dengan mengecat wajahnya dan mengenakan pakaian ala timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.