Presiden Trump Perintahkan Penarikan Pasukan AS dari Suriah Utara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Amerika berjalan di dekat kendaraan militer Turki saat patroli bersama di dekat Tel Abyad, Suriah, 8 September 2019. Pasukan Amerika telah ditarik dari dua pos pengamatan di perbatasan, di Tel Abyad dan Ras al-Ain. REUTERS/Rodi Said/File Photo

    Seorang tentara Amerika berjalan di dekat kendaraan militer Turki saat patroli bersama di dekat Tel Abyad, Suriah, 8 September 2019. Pasukan Amerika telah ditarik dari dua pos pengamatan di perbatasan, di Tel Abyad dan Ras al-Ain. REUTERS/Rodi Said/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump memerintahkan penarikan  pasukan sebanyak 1.000 orang dari Suriah utara yang terjebak dalam operasi militer Turki memerangi pasukan Kurdi. Penarikan ini dilakukan lebih awal dari rencana karena dipicu operasi militer Turki ke wilayah itu. 

    "Pasukan Amerika kami sepertinya terperangkap di antara dua pasukan yang saling berseberangan, angkatan bersenjata yang maju dan ini situasi yang sangat sulit dipertahankan. Saya berbicara dengan Presiden tadi malam, setelah berdiskusi dengan anggota tim keamanan nasional yang lain, dan dia memerintahkan agar kami memulai penarikan pasukan dari Suriah utara," kata Mark Esper, Menteri Pertahanan AS, sebagaimana dilaporkan CNN, 13 Oktober 2019.

    Selain operasi militer Turki yang semakin gencar ke wilayah perbatasan di mana pangkalan militer AS bersama sekitar seribu pasukan ada di sana, alasan lain di balik penarikan pasukan AS dari Suriah utara adalah pasukan Kurdi, SDF memberitahukan bahwa pihaknya telah meminta bantuan dari pasukan Suriah di bawah pimpinan Bashar al-Assad.

    Menteri Esper mengindikasikan SDF meminta bantuan Assad saat diwawancara dalam program televisi CBS, seperti dilaporkan Reuters.

    Menurut SDF, Assad telah menyetujui pengiriman pasukan untuk membantu SDF menghadapi gempuran pasukan Turki.

    Penarikan pasukan AS dari Suriah utara disesalkan sejumlah petinggi militer AS dan sejumlah negara sekutu AS.

    SDF menuding AS pengkhianat karena meninggalkan pasukan Kurdi sendirian menghadapi Turki dan ISIS yang memanfaatkan situasi perang itu. Selain itu, warga sipil Kurdi di perbatasan semakin terancam terluka dan kehilangan nyawa karena digempur oleh senjata-senjata pasukan Turki. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.