Pertama Kali, Perempuan Jadi Ketua MA di Sudan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Mahkamah Agung Sudan untuk pertama kali dijabat perempuan, hakim veteran, bernama Neemat Abdullah Mohamed Khair.

    Ketua Mahkamah Agung Sudan untuk pertama kali dijabat perempuan, hakim veteran, bernama Neemat Abdullah Mohamed Khair.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Kedaulatan Sudan menunjuk seorang perempuan, Neemat Abdullah Kheir, hakim veteran di Mahkamah Agung, sebagai pemimpin di lembaga peradilan tertinggi di negara itu.

    Keir pun menjadi wanita pertama menempati jabatan sebagai Ketua Mahkamah Agung di Sudan, mengutip laporan Alaraby.co.uk, 11 Oktober 2019.

    Dewan Kedaulatan Sudan yang terdiri dari 11 anggota secara bulat menunjuk Kheir menempati jabatan itu.

    Dewan Kedaulatan merupakan lembaga yang mengawasi transisi dari pemerintahan militer ke pemerintahan sipil sesuai tuntutan gerakan pro-demokrasi saat menjatuhkan presiden Omar al-Bashir pada April lalu.

    Pemilihan Kheir juga sejalan dengan tujuan transisi pemerintahan yakni mencapai kesetaraan jender, di mana perempuan Sudan berada di garis depan unjuk rasa untuk menjatuhkan presiden al-Bashir.

    Penunjukan Kheir beberapa minggu setelah Perdana Menteri Abdalla Hamdok menunjuk Asma Mohamed Abdalla, seorang diplomat, menjadi menteri luar negeri perempuan yang pertama di Sudan.

    Hanya saja tidak banyak informasi tentang sepak terjang hakim perempuan ini yang diketahui umum sebelum menjadi ketua mahkamah agung Sudan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.