Anjing Raib Dua Belas Tahun Kembali Ditemukan di Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjing jenis fox terrier ditemukan di Florida, Amerika, setelah raib selama 12 tahun. TVNZ

    Anjing jenis fox terrier ditemukan di Florida, Amerika, setelah raib selama 12 tahun. TVNZ

    TEMPO.COFlorida – Seekor anjing jenis fox terrier berukuran mini yang hilang pada 2007 lalu ditemukan di lokasi sejauh 1.800 kilometer di Pittsburgh. Anjing kecil ini kembali bersatu dengan pemiliknya.

    Menurut organisasi Penyelamatan Hewan Manusiawi atau Humane Animal Rescue, anjing bernama Duchess berusia 14 tahun ini ditemukan dalam keadaan lapar, gemetar dan butuh pemotongan kuku di sebuah lokasi pada Senin pekan ini.

    Seorang pemilik rumah di Pittsburgh itu lalu mengantar anjing ini ke kantor organisasi Penyelamatan Hewan. Di sini, staf berhasil melacak pemilik lewat microchip yang dipasang pada kalung anjing itu. Pemilik berada di Boca Raton, Florida.

    Pemilik anjing bernama Katheryn Strang menyopir sejauh 16 jam perjalanan untuk bisa bertemu dengan anjing kesayangannya itu Duchess.

    Strang mengaku tidak percaya mendapat telepon bahwa anjingnya ditemukan setelah bertahun-tahun raib.

    “Mereka itu seperti bayi Anda sehingga Anda tidak akan menyerah begitu saja,” kata Strang seperti dilansir News pada Sabtu, 12 Oktober 2019.

    Saat Duchess hilang, Strang tinggal di Orlando. Dia sempat membuka pintu rumah dan anjingnya ke luar untuk bermain lalu hilang. Dia menduga anjingnya diambil orang atau tertabrak.

    Strang kerap memeriksa tempat penampungan anjing untuk mengecek apakah Duchess telah ditemukan. Dia juga tetap membayar biaya tahunan untuk aktivasi microchip agar bisa mendapat informasi keberadaan anjingnya itu.

    Sambil menciumi anjing kecilnya berulang kali, Strang berucap,”Kamu kemana saja selama ini?”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.