Amerika Kirim Tambahan Pasukan ke Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua rudal menyasar kapal tanker Iran bernama Sabity pada Jumat, 11 Oktober 2019. Irib News/Times of Israel

    Dua rudal menyasar kapal tanker Iran bernama Sabity pada Jumat, 11 Oktober 2019. Irib News/Times of Israel

    TEMPO.COWashington – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pengerahakan pasukan militer tambahan ke Arab Saudi pada Jumat, 11 Oktober 2019.

    Ini dilakukan untuk menambah kekuatan pertahanan Saudi pasca serangan 14 September 2019 terhadap dua instalasi kilang minyak.

    AS dan Saudi menuding militer Iran sebagai pelaku serangan. Iran membantah dan menyebut milisi Houthi, yang menjadi sekutunya dalam perang Yaman, sebagai pelaku.

    “Kami pikir penting untuk menambah pasukan untuk bertahan dan menangkal ancaman sambil mengirim pesan ke Iran. Jangan serang negara berdaulat lainnya. Jangan mengancam kepentingan Amerika, pasukan Amerika atau kami akan merespon,” kata Mark Esper, menteri Pertahanan AS, kepada media terkait penambahan pasukan ini seperti dilansir Reuters pada Jumat, 11 Oktober 2019.

    Pengerahan pasukan ini relatif besar dengan melibatkan skuadron jet tempur, dan pasukan dari angkatan udara. Pentagon mengatakan pasukan pertama yang dikirim ke Arab Saudi berjumlah 200 orang. Dengan tambahan baru ini, jumlahnya mencapai 3.000 pasukan.

    AS juga mengirim dua baterai rudal Patriot dan satu sistem rudal THAAD atau Terminal High Altitude Area Defense system.

    Ketegangan antara AS dan Iran merebak pasca keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk keluar dari Perjanjian Nuklir 2015, yang didukung enam negara. Iran membalas dengan melonggarkan komitmen terhadap perjanjian nuklir agar AS melonggarkan sanksi ekonomi seperti larangan ekspor minyak dan penggunaan dolar dalam ekspor dan impor.

    Trump mengatakan AS tidak mengeluarkan uang untuk pengiriman pasukan ini. “Arab Saudi telah setuju, atas permintaan saya, untuk membayar kita atas semua yang kita kerjakan,” kata Trump kepada media.

    Sejumlah sekutu Trump di Partai Republik telah memintanya untuk melakukan serangan balasan. Namun, Trump menolak dan memilih memperkuat pertahanan Arab Saudi.

    Secara terpisah, sebuah kapal tanker minyak Iran terkena serangan dua rudal saat berada di lepas pantai Jeddah pada Jumat kemarin. Kapal bernama Sabiti ini mengalami kebakaran hebat akibat serangan rudal yang belum diketahui pelakunya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.