6 Menteri Kabinet Trump Mengundurkan Diri dalam 2 Tahun Terakhir

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Popularitas Presiden Trump Terpuruk

    Popularitas Presiden Trump Terpuruk

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam 2 tahun terakhir menjelang masa jabatan presiden Donald Trump berakhir, beberapa menteri dan pejabat top serta strategis mengundurkan diri.

    Pengunduran diri mereka dipicu oleh beberapa hal. Namun yang mencuat baik lewat pernyataan pejabat itu maupun hasil laporan media AS, pemicunya adalah ketidakkompakan menteri tersebut dengan presiden Trump dalam menjalankan kebijakan.

    Berikut 6 menteri yang mengundurkan diri dari kabinet Trump dua tahun terakhir menurut laporan CNN, AP, dan Reuters.

    1. Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kirstjen Nielsen.
    Dia memilih mundur setelah kebijakannya soal imigrasi dan perbatasan kerap dikecam.

    Nielsen yang menjabat posisi itu sejak tahun 2017 sudah beberapa kali dilaporkan ingin mundur dan baru terealisasi pada April 2019. Nielsen sebelumnya menjabat sebagai wakil panglima angkatan laut AS, John Kelly.

    Kirstjen dikecam masyarakat AS yang marah karena kebijakan imigrasi yang memisahkan orang dewasa atau orang tua anak-anak itu dengan anak mereka.

    Trump kemudian menunjuk komisioner Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan, Kevin McAleenan sebagai pelaksana tugas menteri dalam negeri AS.

    2. Pelaksana tugas Menteri Dalam Negeri, Kevin McAleenan.
    McAleenan mundur dari jabatan ini Jumat, 11 Oktober 2019. Menurut Trump, McAleenan mundur dari jabatan itu karena ingin fokus untuk keluarga dan akan bekerja di sektor swasta. Trump tidak memberi sinyal akan mengangkat McAleenan untuk menjadi menteri penuh.

    3. Kepala Staf kepresidenan, John Kelly.
    Berselisih dengan Trump menjadi alasan Kelly mengundurkan diri sebagai kepala staf kepresidenan pada 2 Januari lalu. Mantan menteri keamanan dalam negeri dan panglima angkatan laut AS ini bergabung di kabinet Trump pada Juli 2017.

    Trump memuji kemampuan Kelly dalam menjalankan jabatannya selama dua tahun. Dan Trump dikabarkan frustasi mencari kandidat untuk menggantikan jenderal korps marinir bintang empat itu.

    4. Menteri Tenaga Kerja AS, Alexander Acosta.
    Presiden Trump mengumumkan pengunduran diri Acosta pada Jumat, 12 Juli 2019. Pengunduran diri terjadi di tengah kabar keterlibatannya dengan kasus miliarder AS Jeffrey Epstein yang diduga terlibat kejahatan seksual anak di bawah umur.

    Acosta kini berada di bawah pengawasan aparat penegak hukm terkait peran dirinya dalam menegosiasikan pembebasan Epstein saat masih menjadi pengacara di Miami pada 2008.

    5. Menteri Pertahanan, Jim Mattis.
    Mattis menulis surat pengunduran dirinya kepada presiden Trump pada hari Kamis, 21 Desember 2018. Dia menuliskan bahwa presiden Trump berhak memilih seorang menteri pertahanan yang pandangannya lebih baik dari pada dirinya.

    Mattis dalam suratnya menyarankan AS tidak ambigu dalam menghadapi tantangan dari Cina dan Rusia.

    Keputusan Mattis mundur hanya sehari setelah presiden Trump memutuskan menarik sekitar 2 ribu pasukan militer AS dari Suriah.

    6. Pejabat pelaksana Menteri Pertahanan, Patrick Shanahan.
     Shanahan menggantikan Mattis memberi persetujuan pengerahan sejumlah rudal Patriot ke kawasan Timur Tengah menyusul dugaan naiknya ancaman dari Iran. Setelah itu, dia mengundurkan diri karena masalah cekcok rumah tangga.

    Shananan digantikan Sekretaris Angkatan Darat, Mark Esper, untuk menjadi penjabat menteri pertahanan AS yang baru.

    Trump menyikapi para menteri mengundurkan diri dari kabinet  datar-datar saja. Dan Trump tidak memberikan apa sesungguhnya alasan mereka mengundurkan diri. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.