Pendemo Perubahan Iklim Duduki Pesawat di Landasan Bandara London

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang aktivis lingkungan naik di atas sebuah pesawat di landasan pacu Bandara Kota London, Kamis, 11 Oktober 2019, sebagai bagian dari serangkaian protes di lokasi oleh kelompok Extinction Rebellion.[CNN]

    Seorang aktivis lingkungan naik di atas sebuah pesawat di landasan pacu Bandara Kota London, Kamis, 11 Oktober 2019, sebagai bagian dari serangkaian protes di lokasi oleh kelompok Extinction Rebellion.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang aktivis lingkungan naik di atas pesawat di landasan pacu bandara di London, Inggris, selama demonstrasi perubahan iklim. Ini merupakan bagian dari serangkaian protes oleh kelompok Extinction Rebellion.

    Menurut laporan CNN, 10 Oktober 2019, video memperlihatkan seorang lelaki berbaring di pesawat Britisih Airways selama lebih dari 20 menit. Diidentifikasi sebagai para-atlet James Brown.

    Extinction Rebellion sedang berusaha menutup bandara dari Kamis hingga Sabtu. Aksi ini diketahui sebagai wujud protes rencana perluasan situs bandara yang dinilai berdampak pada rencana netral karbon 2050.

    Pintu masuk utama diblokir ratusan aktivis, sementara yang lain menunda penerbangan hingga dua jam dengan memberikan ceramah perubahan iklim. Tepat sebelum lepas landas.

    London City adalah bandara terbesar kelima dan paling sentral di Inggris, di mana bandara ini populer di kalangan pelancong bisnis, bankir dan politisi untuk rute jarak pendek dan regional.

    Jurnalis foto Reuters melihat seorang pria, mantan pengendara sepeda paralympian James Brown, berbaring di atas tubuh jet British Airways Embraer 190.

    "Saya berhasil naik ke atap," kata Brown dalam video yang dia unggah online, seperti dikutip dari Reuters. "Ini semua tentang iklim dan krisis ekologi. Kami memprotes kelambanan pemerintah."

    Seorang pengunjuk rasa Extinction Rebellion berdiri di atas atap selama demonstrasi di Bandara London City, di London, Inggris, 10 Oktober 2019. [REUTERS / Henry Nicholls]

    Rekaman lain penumpang menunjukkan aktivitas mengganggu seorang pria. Berdiri di tengah lorong dan dengan suara keras membaca dari telepon genggamnya saat penerbangan Aer Lingus ke Dublin bersiap untuk pergi.

    Dia menolak duduk bahkan ketika didekati seorang kru pesawat hingga akhirnya dikawal oleh polisi.

    "Kami memiliki dua generasi peradaban manusia yang tersisa jika terus melakukan apa yang kami lakukan," kata pengunjuk rasa saat diejek penumpang lain. Kru pun didesak untuk segera memindahkannya dari pesawat.

    Penerbangan akhirnya lepas landas setelah pukul 11.00 waktu setempat.

    Jurnalis BBC, Nicholas Watt di atas pesawat men-tweet, "Pesawat akan lepas landas dari Bandara Kota London ke Dublin ketika seorang pria berdiri dengan iPhonenya dan mulai memberikan ceramah perubahan iklim," tulis Watt di akun twitter pribadinya.

    "Kru Kabin dengan sangat tenang dan sopan memintanya kembali ke kursi, namun terus ditolak dan melanjutkan ceramahnya. Beberapa penumpang jengkel sementara lainnya mendengarkan ceramah dengan lucu," tambah Watt

    Penumpang juga memuji anggota Kru akan tindakan mereka ketika berurusan dengan pengunjuk rasa.

    Aer Lingus dalam pernyataan menambahkan, seorang pria dikeluarkan dari penerbangan karena perilaku mengganggu. Protes merupakan bagian dari aksi kelompok di ibu kota dan seluruh Inggris dimana telah menutup jalan dekat Gedung Parlemen dan dekat landmark lainnya.

    Demonstrasi juga diadakan di berbagai kota di seluruh dunia untuk mencegah krisis iklim.  Lewat pernyataan di video pada Kamis, Kepolisian Metropolitan London, Cressida Dick, mengatakan lebih dari 600 pendemo perubahan iklim telah ditangkap di London dalam dua hari terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.