Kementerian Luar Negeri Pilih Duta Muda ASEAN

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Riaz Saehu, kanan, memberikan keterangan pers tentang pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Sumber : TEMPO/KANIA SUKU/SUCI SEKAR

    Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Riaz Saehu, kanan, memberikan keterangan pers tentang pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Sumber : TEMPO/KANIA SUKU/SUCI SEKAR

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia (DMAI) 2019, yang malam puncak pemilihan dilakukan pada 14 Oktober 2019. Acara ini ditujukan untuk meningkatkan angka kesadaran masyarakat tentang ASEAN. 

    Menurut Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, Riaz Saehu, jumlah generasi muda di seluruh ASEAN cukup besar. Kondisi ini adalah sebuah peluang untuk menjalin kerjasama meningkatkan kesadaran tentang ASEAN.

    Survei ASEAN yang dilakukan LIPI menemukan jumlah generasi muda Indonesia yang mengetahui soal ASEAN hanya 28 persen. 

    “Jumlah generasi muda di seluruh ASEAN mencapai 30 persen dari populasi ASEAN, yang totalnya kurang lebih 628 juta jiwa. Itu jadi kesempatan yang baik, punya potensi begitu besar untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tentang ASEAN,” kata Riaz, Kamis, 10 Oktober 2019 di Jakarta.

    Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Riaz Saehu, kanan memberikan keterangan pers tentang pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia. Sumber: TEMPO/KANIA SUKU/ SUCI SEKAR

    Riaz meceritakan pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia diumumkan di sosial media, pusat studi ASEAN dan beberapa Universitas di Indonesia. Pendaftaran yang dibuka sejak 15 Maret 2019 menjaring 1031 pelamar dari seluruh wilayah Indonesia.

    Mereka yang tertarik mengikuti acara ini, harus menulis essay dalam Bahasa Indonesia dengan tema yang sudah ditentukan.

    “Dari 105 lamaran yang memasuki tahap semifinal, kami meminta para peserta untuk membuat vlog berdurasi 2 menit. Dalam vlog itu, mereka harus menyampaikan gagasan sesuai tema essay. Kami lalu mengkerucut pada 20 besar yang akan disaring menjadi 3 pemenang,” kata Riaz.

    Kreativitas, kemampuan berbicara di depan umum, tahu tentang ASEAN, pengetahuan umum dan jumlah 'likes' atas video vlog peserta, menjadi penentu pemenang dalam semifinal.

    Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Cecep Herawan, Nicholas Saputra, Reza Rahardian, Wulan Tilaar, serta Kepala Pusat Studi ASEAN dari LSPR akan menjadi tim juri.

    Acara ini hanya dilakukan oleh Indonesia dan sudah dimulai sejak2007.

    Mereka yang memenangkan acara ini, bisa mendapat kesempatan bertemu Duta Besar Negara-Negara ASEAN, melakukan dialog tentang isu dari berbagai pilar termasuk isu eksternal dengan dialog partners. Para pemenang pun berhak atas beasiswa S2 dari London School of Public Relation (LSPR) dan tiket penerbangan ke luar negeri.

    Rencananya, malam final pemilihan Duta Muda ASEAN-Indonesia 2019 akan diselenggarakan pada 14 Oktober 2019 di Jakarta. Peserta yang masuk 20 besar diantaranya berasal dari Pulau Sumatera sampai Papua. Namun peserta umumnya didominasi dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

    KANIA SUKU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.