Trump Komentari Agresi Militer Turki ke Suriah, Apa Katanya?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlihat berfoto bersama di sela acara santap malam menjelang peringatan Armistice Day keesokan harinya di Paris, Prancis, pada 10 November 2018 waktu setempat. Anadolu

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlihat berfoto bersama di sela acara santap malam menjelang peringatan Armistice Day keesokan harinya di Paris, Prancis, pada 10 November 2018 waktu setempat. Anadolu

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan mengenakan sanksi kepada Turki terkait serangan militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah utara.

    “Saya akan bersikap lebih keras dari pada sekadar sanksi jika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tidak melakukannya dengan cara semanusiawi mungkin,” kata Trump seperti dilansir CNN pada Rabu, 10 Oktober 2019.

    Trump tidak mengelaborasi apa yang dimaksudnya dengan cara manusiawi tadi. Namun, dia mengatakan telah menghentikan upaya Erdogan untuk menyerang masuk ke dalam Suriah sejak pertama kali menjabat sebagai Presiden AS.

    “Mereka ingin bertempur dan seperti itulah caranya,” kata Trump. “Mereka sudah melakukannya sejak lama.”

    Trump juga menyebutkan berbeda pendapat dengan Senator dari Partai Republik, Lindsey Graham soal invasi Turki ke Suriah ini.

    “Lindsey dan saya berbeda pendapat soal ini. Saya pikir, Lindsey ingin tinggal di sana selama 200 tahun lagi dan mungkin juga menambah beberapa ratus ribu pasukan di setiap tempat. Tapi, saya tidak sepakat dengan Lindsey soal ini. Tapi saya setuju soal sanksi,” kata dia.

    Secara terpisah, Liga Arab bakal menggelar rapat darurat pada Sabtu pekan ini untuk membahas agresi militer Turki terhadap Suriah utara.

    “Para menteri luar negeri Liga Arab akan bertemu di Kairo pada 12 Oktober 2019 untuk mendiskusikan agresi Turki terhadap wilayah teritorial Suriah,” kata Hossam Zaki, asisten sekretaris jenderal Liga Arab, dalam pernyataan seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 10 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.