Liga Arab Bakal Rapat Bahas Serangan Militer Turki ke Suriah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Turki menembakan peluncur multi-roket ke wilayah Suriah pada 9 Oktober 2019. Turki meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut. Turkish Defence Ministry/Handout/via REUTERS

    Militer Turki menembakan peluncur multi-roket ke wilayah Suriah pada 9 Oktober 2019. Turki meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut. Turkish Defence Ministry/Handout/via REUTERS

    TEMPO.COKairo – Liga Arab bakal menggelar pertemuan darurat pada Sabtu, 12 Oktober 2019 untuk mendiskusikan serangan militer Turki terhadap pasukan Kurdi di perbatasan utara Suriah.

    “Para menteri luar negeri Liga Arab akan bertemu di Kairo pada 12 Oktober 2019 untuk mendiskusikan agresi Turki terhadap wilayah teritorial Suriah,” kata Hossam Zaki, asisten sekretaris jenderal Liga Arab, dalam pernyataan seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, 10 Oktober 2019.

    Rencana pertemuan Liga Arab itu datang setelah Turki memulai serangan militer terhadap pasukan Kurdi di perbatasan selatan negara itu, yang berbatasan dengan sisi utara Suriah.

    Serangan militer Turki ini didukung pasukan milisi Suriah yaitu Free Syrian Army. Daerah sasaran serangan militer Turki adalah Tal Abyad, yang dikontrol oleh Uni Proteksi Rakyat Kurdi atau YPG.

    Serangan militer Ankara ini menyusul perubahan drastis kebijakan luar negeri AS, yang menarik pasukan dari posisi di perbatasan utara Suriah. Ini secara efektif dinilai sebagai lampu hijau bagi serangan militer Turki.

    Zaki menilai serangan militer Turki sebagai tidak bisa diterima dan melanggar kedaulatan negara anggota Liga Arab dan melanggar hukum internasional.

    Liga Arab juga mengingatkan serangan militer Turki ini bisa kembali memunculkan kelompok teroris ISIS di kawasan utara Suriah.

    Serangan militer Turki ini terjadi pada Rabu atau beberapa hari setelah Presiden Trump mengumumkan penarikan pasukan dari perbatasan Suriah. Tujuan operasi militer ini, seperti dilansir CNN, adalah mengusir pasukan Kurdi, yang menjadi sekutu AS dalam memerangi kelompok teror ISIS di perbatasan Turki selatan.

    “Tujuan kami adalah menghancurkan koridor teror, yang coba dibangun di perbatasan selatan kami dan membawa perdamaian ke wilayah ini,” kata Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.