Joe Biden Dukung Pemakzulan Donald Trump

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.[REUTERS]

    Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk pertama kalinya mantan Wapres Joe Biden menyatakan dukungan terbuka atas pemakzulan Donald Trump, menuduh Trump melanggar konstitusi dan mengancam demokrasi Amerika.

    "Untuk melestarikan Konstitusi kita, demokrasi kita, integritas dasar kita, dia harus dimakzulkan," kata mantan wakil presiden itu kepada para pendukung di sini, menuduh Trump telah mengkhianati bangsa Amerika, seperti dikutip dari New York Times, 10 Oktober 2019.

    Biden bahkan mengaitkan klaim palsu Trump dengan apa yang disebut gagasan Kebohongan Besar yang diumumkan oleh menteri propaganda Nazi Joseph Goebbels. "Anda mengatakannya cukup lama, cukup sering, orang mungkin mempercayainya," katanya, menyebut nama Goebbels.

    Biden, yang menjadi pusat kontroversi mengenai transaksi Trump dengan Ukraina, sebelumnya menahan diri untuk tidak mengajukan permohonan pemakzulan.

    Presiden Donald Trump, kanan, melakukan pertemuan disela-sela sidang umum PBB dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst

    Trump terus menyebut penyelidikan pemakzulannya sebagai akal-akalan Demokrat, dan menuduh perwira intelijen AS yang mengajukan pengaduan whistleblower memiliki motif politik. Dia juga menambahkan mantan anggota DPR AS Trey Gowdy, yang terkenal karena penyelidikannya atas pemerintahan pendahulu Demokrat Trump, ke tim hukum luarnya.

    Dikutip dari Reuters, selama kampanye di New Hampshire, Biden, calon terkuat Demokrat untuk menghadapi Trump dalam pemilihan presiden tahun depan, melepas serangannya.

    "Dengan kata-kata dan tindakannya, Presiden Trump telah mendakwa dirinya sendiri. Dengan menghalangi keadilan, menolak untuk menjawab dengan penyelidikan kongres, dia sudah memvonis dirinya sendiri, "kata Biden. "Dalam pandangan penuh dunia dan orang-orang Amerika, Donald Trump telah melanggar sumpah jabatannya, mengkhianati bangsa ini dan melakukan tindakan yang tidak dapat ditembus."

    Trump menghadapi penyelidikan pemakzulan di DPR karena permintaannya kepada pemerintah Ukraina untuk menyelidiki apa yang dilakukan Biden dengan Ukraina ketika putranya, Hunter Biden, bekerja di sebuah perusahaan gas di sana.

    Pada Rabu, Biden kembali menyangkal bahwa ia melakukan sesuatu yang tidak pantas sebagai wakil presiden. Dan dia menuduh Trump, yang telah menuduh Biden melakukan korupsi, sengaja mau merusak pencalonannya dalam pilpres AS.

    Donald Trump rupanya menyaksikan pidato Biden, atau paling tidak diberitahu tentang hal itu, karena bahkan sebelum pidato usai, dia menulis di Twitter bahwa Biden telah menyerukan pemakzulannya dan mengklaim bahwa Biden telah memperoleh jutaan dolar AS dari dua negara.

    "Kampanye gagal Joe tidak memberinya pilihan lain!" tulis Trump.

    Tidak ada bukti bahwa Hunter Biden menghasilkan jutaan dolar dari pekerjaannya di luar negeri atau bahwa ayahnya campur tangan secara tidak pantas dengan Ukraina atau Cina, negara lain yang disinggung oleh Trump dalam tweet-nya. Donald Trump juga mendesak Cina untuk memeriksa Joe Biden dan Hunter Biden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?