Turki Serang Suriah Lewat Darat dan Udara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain seperti yang terlihat dari kota Turki Ceylanpinar di provinsi Sanliurfa, Turki, 9 Oktober 2019. [REUTERS / Stringer]

    Asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain seperti yang terlihat dari kota Turki Ceylanpinar di provinsi Sanliurfa, Turki, 9 Oktober 2019. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki melancarkan serangan darat dan udara terhadap milisi Kurdi di Suriah Rabu kemarin, setelah pasukan Amerika menarik diri dari wilayah tersebut.

    Ketika pesawat-pesawat tempur Turki mengebom kota-kota dan pasukan Suriah melintasi perbatasan, kekacauan di Washington berlanjut, dengan Presiden Trump mengeluarkan pernyataan kebijakan yang sangat ditentang sekutu-sekutu Republiknya di Kongres.

    Trump menyetujui operasi Turki dalam panggilan telepon dengan presiden Turki pada hari Minggu, di mana ia setuju untuk memindahkan pasukan Amerika keluar untuk membuka jalan bagi Turki meskipun ada tentangan dari Departemen Luar Negeri dan militernya sendiri.

    Menurut laporan New York Times, 9 Oktober 2019, pada hari Rabu, beberapa jam setelah operasi dimulai, Trump mengutuk serangan Turki dan menyebutnya "ide yang buruk."

    Pada saat itu, jet tempur Turki sudah melesat melintasi langit di atas kota-kota Suriah, sementara peluru artileri melayang di atas kepala. Lalu lintas macet dengan warga sipil yang ketakutan melarikan diri ke selatan dengan truk-truk yang dipenuhi barang dan anak-anak.

    Asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain seperti yang terlihat dari kota Turki Ceylanpinar di provinsi Sanliurfa, Turki, 9 Oktober 2019. [REUTERS / Stringer]

    Setelah sekitar enam jam serangan udara, pasukan Turki dan sekutu pemberontak Suriah mereka melintasi perbatasan, membuka serangan darat.

    Setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan Turki pada hari Rabu, menurut Pusat Informasi Rojava, sebuah kelompok aktivis di Suriah timur laut. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau konflik yang berbasis di Inggris, menyatakan delapan orang tewas.

    Serangan itu dimulai beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menarik pasukan Amerika, memicu kecaman dari anggota senior Partai Republiknya sendiri yang mengatakan dia mengkhianati milisi Kurdi Suriah, yang merupakan sekutu setia Washington untuk melawan ISIS.

    "Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Nasional Suriah telah meluncurkan operasi darat ke timur sungai Efrat sebagai bagian dari Operasi Musim Semi Perdamaian," tulis kementerian pertahanan Turki di Twitter dikutip dari Reuters, setelah seharian menggempur daerah itu dari udara.

    Media Turki melaporkan pasukan memasuki wilayah Kurdi Suriah pada empat titik, dua di antaranya dekat dengan kota Tel Abyad di Suriah dan dua di dekat Ras al Ain di timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.