CEO Saudi Aramco Bicara Soal Serangan Kilang Minyak, Apa Katanya?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang minyak Saudi Aramco yang rusak akibat serangan sejumlah drone di Abqaiq, Arab Saudi, 20 September 2019. Dikabarkan kilang minyak Khurais diserang dengan empat rudal. REUTERS/Hamad l Mohammed

    Kilang minyak Saudi Aramco yang rusak akibat serangan sejumlah drone di Abqaiq, Arab Saudi, 20 September 2019. Dikabarkan kilang minyak Khurais diserang dengan empat rudal. REUTERS/Hamad l Mohammed

    TEMPO.CO, London – Chief Executive Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan serangan kepada kilang minyak di Arab Saudi bisa terus berlanjut jika tidak ada respon bersama dunia internasional.

    Serangan yang terjadi pada September 2019 itu menyebabkan harga minyak sempat melonjak 20 persen sebelum kembali tenang.

    “Tanpa adanya respon internasional untuk mengambil langkah kongkrit, pelaku penyerangan bisa merasa semakin berani dan membuat pasokan energi dunai berisiko semakin besar,” kata Nasser kepada audiens Konferensi Oil & Money di London, Inggris, seperti dilansir Reuters pada Rabu, 9 Oktober 2019  seperti dilansir Reuters.

    Nasser mengatakan Aramco bakal mampu mencapai kapasistas produksi minyak maksimum sebanyak 12 juta barel per hari pada akhir Nopember.

    Seperti dilansir Channel News Asia, Saudi dan Amerika Serikat menuding militer Iran sebagai pelaku serangan drone dan rudal, yang menyasar dua instalasi minyak Saudi.

    Pemerintah Iran membantah tudingan ini dan menyebut kelompok Houthi sebagai pelakunya.

    Houthi, yang merupakan sekutu Iran dalam perang di Yaman, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

    Namun, kecanggihan serangan itu membuat Saudi dan AS tidak meyakini bisa dilakukan oleh milisi Houthi, yang mendapat suplai senjata dari Iran.

    Milisi Houthi bertempur melawan militer Saudi di Yaman. Saudi mendukung pemerintah Yaman menghadapi milisi Houthi, yang menguasai ibu kota Sana.

    Nasser juga pernah mengatakan saat ini produksi minyak Arab Saudi mencapai sekitar 9.9 juta barel per hari. Dia mengaku serangan kemarin tidak berdampak pada rencana penawaran saham perdana Saudi Aramco ke publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.