PM Narendra Modi dan Presiden Xi JInping Bertemu Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin BRICS dan Amerika Selatan di KTT BRICS di Istana Itamaraty, Brasilia, Brasil, 16 Juli 2014. (depan ke belakang dari kiri) (Rusia) Vladimir Putin, (PM India) Narendra Modi, (Brasil) Dilma Rousseff dan (China) Xi Jinping, (Guyana) Donald Ramotar, (Kolombia) Juan Manuel Santos dan (Chile) Michelle Bachelet. (AP/Eraldo Peres)

    Pemimpin BRICS dan Amerika Selatan di KTT BRICS di Istana Itamaraty, Brasilia, Brasil, 16 Juli 2014. (depan ke belakang dari kiri) (Rusia) Vladimir Putin, (PM India) Narendra Modi, (Brasil) Dilma Rousseff dan (China) Xi Jinping, (Guyana) Donald Ramotar, (Kolombia) Juan Manuel Santos dan (Chile) Michelle Bachelet. (AP/Eraldo Peres)

    TEMPO.CONew Delhi – Perdana Menteri India, Narendra Modi, bakal menjamu Presiden Cina, Xi Jinping, dalam pertemuan puncak informal pada pekan ini.

    Pertemuan kedua pimpinan ini terjadi di tengah ketegangan antara kedua negara menyangkut status Kashmir.

    Pertemuan di Kota Chennai ini akan digelar pada 11 – 12 Oktober 2019. Ini merupakan pertemuan lanjutan dari kedua pemimpin ketika mereka bertemu sebelumnya di Kota Wuhan pada 2018.

    Pertemuan sebelumnya itu digelar untuk menstabilkan hubungan kedua negara pasca ketegangan di perbatasan, yang berlokasi jauh dari Kashmir.

    Namun, keputusan New Delhi pada Agustus 2019 untuk menarik status spesial dari Kashmir menimbulkan kecaman dari Pakistan dan sekutunya yaitu Cina. Kedua negara membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB.

    “Pertemuan puncak informal Chennai ini akan menjadi kesempatan bagi kedua pemimpin untuk melanjutkan diskusi mengenai isu bilateral, regional dan global. Mereka juga bisa berbincang mengenai pengembangan kemitraan India dan Cina,” kata kementerian luar negeri India dalam pernyataan pada Rabu, 9 Oktober 2019.

    India Today melansir pertemuan PM India, Narendra Modi, dan Presiden Cina, Xi Jinping, tidak akan menghasilkan perjanjian, nota kesepahaman, dan komunike bersama.

    India beralasan pencabutan status khusus dari Kashmir, yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah Himalaya. Wilayah Kashmir ini juga diklaim kepemilikannya oleh Pakistan.

    Cina mengatakan India dan Pakistan harus menahan diri dari melakukan tindakan sepihak terkait Kashmir. Cina juga mengangkat adanya isu pelanggaran HAM di Kashmir oleh India, yang menampik tudingan ini.

    Cina sendiri menghadapi isu pelanggaran HAM terkait penahanan etnis minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.

    “Pertemuan informal kedua ini menjadi signifikan,” kata Srikanth Kondapalli, profesor bidang studi Cina di Universitas Jawaharlal Nehru, yang berlokasi di New Delhi.

    “Stabilitasi relasi kedua negara sebagai hal ipenting karena keduanya mengalami sejumlah isu di domestik dan regional,” kata dia.

    Menjelang kunjungan Xi ke India, Cina mengundang PM Pakistan, Imran Khan, untuk pertemuan bilateral. PM Li Keqiang, mengatakan Cina mendukung Pakistan dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayah saat bertemu dengan Khan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.