Pengemis India Punya Tabungan Rp 200 Juta

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabungan dengan setoran tetap 877.000 rupee & sekitar 150.000 uang tunai (sebagian besar koin) ditemukan oleh polisi dari kediaman seorang pengemis Burju Chandra Azad di Govandi, yang meninggal dalam kecelakaan saat mencoba melintasi jalur kereta api.[Twitter/ANI]

    Tabungan dengan setoran tetap 877.000 rupee & sekitar 150.000 uang tunai (sebagian besar koin) ditemukan oleh polisi dari kediaman seorang pengemis Burju Chandra Azad di Govandi, yang meninggal dalam kecelakaan saat mencoba melintasi jalur kereta api.[Twitter/ANI]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengemis asal Mumbai, India, yang meninggal dalam kecelakaan kereta api, dilaporkan memiliki tabungan 1 juta rupee atau Rp 200 juta. Tabungan 1 juta rupee itu termasuk koin senilai 150 ribu rupee atau Rp 30 juta.

    Menurut laporan Khaleej Times, 8 Oktober 2019, polisi butuh hampir delapan jam untuk menghitung koin yang mereka temukan di rumah pengemis yang hanya memiliki satu kamar di daerah kumuh Mumbai. Mereka juga menemukan dokumen untuk setoran tetap senilai 877.000 rupee atau Rp 175 juta di rumah pengemis bersama dengan kartu PAN, kartu identitas pemilih dan kartu Aadhaar.

    Menurut laporan, ruangan itu dipenuhi dengan koran bekas dan tas plastik ketika polisi mendatangi rumah pengemis untuk menyelidiki kematiannya.

    Polisi mengatakan bahwa mereka akan menghubungi bank masing-masing untuk memastikan tabungan pengemis yang meninggal atas nama Birju Chandra Azad tetap aman. Sementara polisi akan mengamankan koin-koin yang ditemukan.

    Sejauh ini belum ada laporan siapa anggota keluarga atau kerabat pengemis yang meninggal.

    Polisi Kereta Api Pemerintah (GRP) Vashi telah mencoba melacak keluarga lelaki berusia 82 tahun itu, yang diduga ditabrak oleh kereta antara stasiun Mankhurd dan Govandi pada hari Jumat.

    GRP sedang mencoba menghubungi putra Azad, yang tinggal di Rajasthan, setelah tubuhnya ditemukan di bantaran rel. GRP mendaftarkan kasus kematian karena kecelakaan dan kemudian, penduduk setempat mengidentifikasi korban sebagai Azad, yang biasanya mengemis di kereta di jalur pelabuhan.

    "Pertanyaan lebih lanjut membawa kami ke sebuah pondok dekat jalur. Seorang tetangga memberi tahu kami bahwa Azad hidup sendirian dan tidak memiliki saudara. Kami memutuskan untuk mencari pondok untuk mendapatkan detail keluarga Azad," kata Nandakumar Saste, inspektur senior Vashi GRP, seperti dikutip dari Hindustan Times.

    Pravin Kamble, sub-inspektur, Vashi GRP, yang mencari di pondok Azad, mengatakan, "Kami menemukan empat dabbas besar (kontainer) dan sebuah tong. Dia menyembunyikan koin pecahan 1 rupee, 2 rupee, 5 rupee dan 10 rupee di kantong plastik di dalam wadah."

    "Melihat dia sendirian, mereka semua berbagi makanan dengannya siang dan malam," kata Saste, yang mendapat keterangan dari tetangga bahwa pengemis itu hidup tanpa keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.