Taksi Menabrak Pengunjuk Rasa di Hong Kong

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Seorang sopir taksi yang diduga dibajak menabrak para pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong. Peristiwa ini melukai setidaknya dua orang sebelum taksi tersebut dilempari oleh massa.

    Rekaman video yang diunggah di media sosial memperlihatkan pada Minggu sore, 6 Oktober 2019, sebuah taksi tiba-tiba menyeruduk para demonstran yang berpayung sebelum akhirnya menabrak sebuah toko. Dalam rekaman video lainnya, terlihat seorang laki-laki, yang diduga sopir taksi, tergeletak di tanah dalam kondisi berdarah di bagian kepala. Hong Kong Free Press mewartakan sopir taksi itu dipukuli oleh massa.


    Beberapa foto yang beredar memperlihatkan bagian wajah sopir taksi itu bengkak dipukuli hingga berdarah saat demonstran menyerang taksi tersebut. Taksi yang menubruk massa yang sedang berunjuk rasa di pukul massa, mereka pun memecahkan kaca mobil dengan payung.

    Beberapa pengunjuk rasa maju untuk melindungi sopir taksi itu hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan merawatnya bersama sejumlah korban luka lainnya. Otoritas rumah sakit mengatakan tiga orang luka serius akibat insiden ini.

    Tidak dipublikasi identitas sopir taksi itu dan alasan taksi itu menabrak pada demonstran.

    Dikutip abc.net.au, Senin, 7 Oktober 2019, insiden taksi menabrak para pengunjuk rasa ini terjadi saat kepolisian Hong Kong untuk pertama kali menerapkan undang-undang larangan menggunakan penutup wajah saat demonstrasi.

    Sekitar 10 ribu pengunjuk rasa melakukan aksi jalan di pusat kota Hong Kong pada akhir pekan lalu. Mereka mengatakan memakai penutup wajah bukan sebuah kejahatan. Aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah demonstran, dimana tindakan ini dibalas oleh sejumlah demonstran dengan melempar batu dan bom molotov.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.