Demonstran Hong Kong Pukul Lelaki Asal Cina saat Demonstrasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Hong Kong menolak larangan memakai penutup wajah yang diberlakukan pemerintah di bawah undang-undang darurat.[Winson Wong/South China Morning Post]

    Warga Hong Kong menolak larangan memakai penutup wajah yang diberlakukan pemerintah di bawah undang-undang darurat.[Winson Wong/South China Morning Post]

    TEMPO.COHong Kong – Sebuah rekaman video menunjukkan seorang lelaki asal Cina daratan dipukuli seorang demonstran di Hong Kong pada Jumat, 4 Oktober 2019.

    Lelaki ini bekerja di JP Morgan, yang merupakan salah satu bank investasi terbesar dari Amerika Serikat, cabang Hong Kong.

    Rekaman video itu menunjukkan lelaki berkemeja putih ini, yang berbicara dalam bahasa Mandarin, dikelilingi wartawan foto saat sekumpulan demonstran berteriak ‘kembali ke Cina daratan’.

    Lelaki yang belum diketahui namanya ini kemudian berjalan menuju pintu gedung tempat JP Morgan berkantor lalu berbalik ke arah demonstran sambil berkata, seperti dilansir Channel News Asia pada Ahad, 6 Oktober 2019, bahwa, ”Kita semua orang Cina.”

    Tak berapa lama, seorang demonstran bermasker penutup wajah memukul lelaki tadi berulang kali hingga kaca matanya terjatuh.

    Rekaman video ini beredar dan menjadi viral di jejaring sosial Cina, yang menyensor berita mengenai Hong Kong.

    Di jejaring sosial Weibo, yang mirip Twitter, ada yang menyebut lelaki berkemeja putih itu sebagai seorang pemberani. Unggahan itu telah ditonton sebanyak 11.2 juta kali dan mendapat 91 ribu likes pada Ahad pagi.

    Sebagian komentar bernada marah atas rekaman video pemukulan itu.

    “Hanya karena dia berbahasa Mandarin dan mengatakan kita semua orang Cina, kenapa dia dipukul dan kacamatanya sampai jatuh,” kata seorang netizen bernama Aubrey.

    Komentator lainnya mengritik seorang wartawan foto yang terlihat dalam rekaman menghalangi lelaki berkemeja putih dengan mengambil foto saat lelaki tadi hendak masuk ke pintu gedung.

    Media resmi Cina terkesan lebih menyoroti ekses tindak kekerasan dalam demonstrasi di Hong Kong sambil mengabaikan kemarahan publik Hong Kong terhadap Beijing.

    Otoritas juga menghapus rekaman video di sosial media yang bersimpati terhadap demonstrasi Hong Kong. Namun, ada kecenderungan mereka mengizinkan rekaman yang menyoroti sisi buruk demonstrasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.