Negosiasi Buntu, Korea Utara Menunggu Amerika Sampai Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri tes peluncur roket ganda dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 25 Agustus 2019 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. KCNA via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri tes peluncur roket ganda dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 25 Agustus 2019 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara pada Minggu, 7 Oktober 2019, meyakinkan tidak ada jalan bagi Amerika Serikat membawa rencana-rencana alternatif dalam mengatasi kebuntuan dialog antar kedua negara. Rencana pembicaraan keempat Amerika Serikat - Korea Utara di ibu kota Stockholm, Swedia, gagal terwujud setelah akhir pekan lalu keduanya tak bisa mencapai kata sepakat.

    Dikutip dari reuters.com, Senin, 7 Oktober 2019, Pyongyang mengatakan bola saat ini ada di pengadilan Washington dan negara itu memperingatkan Washington kalau Korea Utara hanya akan menunggu sampai akhir tahun hingga Amerika Serikat mengubah arah.

    "Kami tak punya niat untuk mengadakan negosiasi yang memuakkan seperti yang terjadi kali ini (di Swedia) sebelum Amerika Serikat mengambil langkah substansial untuk benar-benar menarik kebijakan tidak masuk akal terhadap Korea Utara," demikian ditulis kantor berita KCNA berdasarkan pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

    Polisi Vietnam berjaga-jaga dekat media center KTT AS - Korea Utara di Hanoi, Vietnam, 23 Februari 2019. Konferensi tingkat tinggi kedua antara AS-Korea Utara ini akan berlangsung pada tanggal 27 dan 28 Februari di Hanoi, Vietnam. REUTERS/Jorge Silva

    Sebelumnya juru runding dari Korea Utara, Kim Myong Gil, mengatakan proses pembicaraan dengan tim negosiasi dari Amerika Serikat di Swedia mengalami kegagalan. Kim menyalahkan sikap tim negosiasi Amerika Serikat yang dinilainya kaku.

    Kegagalan ini membuat prospek untuk mencapai kemajuan denuklirisasi di Semenanjung Korea menjadi redup setelah kebuntuan demi kebuntuan terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

    Menurut Ann Linde, Menteri Luar Negeri Swedia, perundingan Korea Utara - Amerika Serikat pada Minggu, 7 Oktober 2019, berjalan konstruktif. Hanya saja ada perbedaan sudut pandang terkait apa yang hendak dicapai pada pertemuan itu. Swedia saat ini siap membantu jika kedua negara memutuskan untuk melakukan pertemuan lagi.

    Masih belum diketahui apakah Korea Utara mau kembali berunding dengan Amerika Serikat. Sejumlah ahli mengatakan Pyongyang mungkin bisa menggunakan strategi negosiasinya untuk mendapatkan keuntungan karena mengikuti pertemuan.

    Korea Utara saat ini dihujani sanksi perdagangan karena program senjata nukir yang dijalaninya. Belum lama ini Pyongyang bahkan menembakkan rudal balistik yang dirancang untuk peluncuran di kapal selam. Langkah itu adalah sebuah tindakan provokatif untuk menggaris bawahi perlunya Washington segera bergerak bernegosiasi untuk membatasi perkembangan senjata Pyongyang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.