Perempuan Hamil Meninggal karena Ambulans Kehabisan Bensin

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambulans bobrok dari pusat kesehatan Odisha kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan ke rumah sakit, menewaskan seorang perempuan hamil dan putranya yang belum lahir.[Hindustan Times]

    Ambulans bobrok dari pusat kesehatan Odisha kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan ke rumah sakit, menewaskan seorang perempuan hamil dan putranya yang belum lahir.[Hindustan Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan hamil dan anaknya yang belum lahir meninggal setelah ambulans yang mengantarnya ke rumah sakit kehabisan bensin.

    Ambulans, yang hendak membawa perempuan itu ke rumah sakit Pandit Raghunath Murmi Medical College and Hospital (PRMMCH) di Baripada, dilaporkan kehabisan bensin di tengah perjalanan pada Jumat malam, seperti dilaporkan Gulfnews, 5 Oktober 2019.

    Bermula ketika Tulsi Munda, istri Chittaranjan Munda dari Desa Handa, mengeluh sakit persalinan pada jumat malam setelah ia dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat Bangiriposhi. Namun, para dokter di sana merujuknya ke PRMMCH karena kondisinya sangat kritis.

    Ketika dia dibawa dengan ambulans, kendaraannya kehabisan bahan bakar di pinggiran kota Baripada. Ambulans lain mencapai tempat itu setelah 45 menit. Ketika itu pasien sudah meninggal.

    "Ambulans kehabisan bahan bakar di tengah jalan setelah staf ASHA memanggil ambulans lain. Pada saat ambulans tiba, hampir satu jam telah lewat. Ketika kami tiba di rumah sakit, para dokter menyatakan istri saya meninggal," kata Chittaranjan Munda.

    "Saya jadi tahu tentang insiden yang tidak menguntungkan hari ini. Menurut pengemudi ambulans, pipa minyak kendaraan bocor di tengah jalan ke rumah sakit. Namun, saya akan melakukan penyelidikan atas masalah ini dan mengambil tindakan yang tepat," kata Pradip Kumar Mohapatra, Kepala Petugas Kesehatan Distrik, Mayurbhanj, menyayangkan perempuan hamil karena ambulans kehabisan bensin.

    Suami mendiang perempuan hamil itu menyatakan pihak rumah sakit adalah yang bertanggung jawab atas kematian istrinya karena gagal memberikan ambulans yang layak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.