Drone Sharp Sword Cina Tidak Terdeteksi Sistem Radar

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drone Sharp Sword buatan militer Cina memiliki bentuk seperti sayap terbang dan berkemampuan siluman sehingga tidak terdeteksi radar pertahanan. Reuters

    Drone Sharp Sword buatan militer Cina memiliki bentuk seperti sayap terbang dan berkemampuan siluman sehingga tidak terdeteksi radar pertahanan. Reuters

    TEMPO.COBeijing – Militer Cina dikabarkan mengembangkan teknologi senjata baru berupa drone siluman, yang mampu menyerang musuh secara akurat tanpa terdeteksi.

    Drone bernama GJ-11 Sharp Sword ini memiliki kemampuan yang bisa menimbulkan masalah bagi militer Barat seperti Australia dan Amerika.

    Selain itu, militer Cina juga memiliki teknologi rudal antar-benua dengan hulu ledak nuklir dan pesawat jet yang mampu mengisi bahan bakar di udara.

    “Ini adalah jenis drone berbentuk sayap yang membuatnya memiliki kemampuan siluman dan menghindari deteksi sistem pertahanan udara,” begitu dilansir News pada Ahad, 6 Oktober 2019.

    Drone ini bersaing dengan Predator milik AS, yang telah bertempur di sejumlah peperangan sejak 1995.

    Drone buatan militer Cina ini telah muncul sejak 2013. Namun, model terbaru menunjukkan drone itu memiliki desain exhaust tersembunyi sehingga semakin sulit terdeteksi radar.

    Kelebihan drone Sharp Sword ini adalah mampu terbang selama berhari-hari di wilayah udara musuh tanpa terdeteksi.

    Ini merupakan kemajuan besar bagi pengembangan teknologi militer Cina, yang sebelumnya mengandalkan teknologi senjata lama buatan Uni Sovyet.

    Saat ini, Cina merupakan negara dengan bujet militer terbesar di bawah AS. Militernya diperkirakan akan terus mengembangkan berbagai teknologi senjata terbaru untuk bersiap menghadapi konflik di masa depan.

    Meski memiliki berbagai teknologi senjata baru, Presiden Cina, Xi Jinping, mengatakan negaranya mendukung perdamaian dunia.

    “Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan bangsa Cina untuk maju ke depan,” kata dia.

    Pengamat dari Lowy Institute, Sam Roggeveen, mengatakan drone Sharp Sword yang ditampilkan militer Cina pada parade Hari Nasional 1 Oktober 2019 kemarin merupakan model.

    “Program kapal induk Cina diarahkan kepada negara-negara tetangganya. Mereka ingin memiliki kekuatan angkatan laut yang mampu mendominasi Kawasan Asia Pasifik saat peran AS menurun,” kata Roggeveen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.