Facebook Hapus Akun Palsu Penyebar Hoaks Papua Barat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam pengumuman resmi, Facebook telah menghapus akun palsu, halaman, dan grup yang menyebar hoaks terkait dengan isu Papua Barat.

    Dalam rilis di newsroom.fb.com, pada 3 Oktober 2019, Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, mengatakan pihaknya menemukan tiga operasi terpisah: satu di antaranya berasal dari Uni Emirat Arab, Mesir dan Nigeria, dan dua lainnya di Indonesia dan Mesir.

    Tiga kampanye dari sejumlah negara yang dihapus ini tidak terhubung, tetapi masing-masing membuat jaringan akun untuk menyesatkan orang lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan.

    "Kami terus berupaya mendeteksi dan menghentikan jenis aktivitas ini karena kami tidak ingin layanan kami digunakan untuk memanipulasi orang. Kami mencatat Halaman, Grup, dan akun ini berdasarkan perilaku mereka, bukan konten yang mereka unggah. Dalam setiap kasus ini, orang-orang di balik kegiatan ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk menggambarkan diri mereka sendiri, dan itulah yang menjadi dasar tindakan kami," tulisnya.

    Facebook mengatakan telah menghapus 69 akun Facebook, 42 Halaman, dan 34 akun Instagram yang terlibat dalam perilaku autentik terkoordinasi yang berfokus pada isu dalam negeri di Indonesia. Orang-orang di belakang jaringan ini menggunakan akun palsu untuk mengelola Halaman, menyebarkan konten mereka dan mengarahkan orang ke situs di luar platform," kata Nathaniel.

    Akun dan unggahan Facebook yang dihapus karena perilaku tidak autentik dan menyebar informasi palsu terkait Papua Barat.[newsroom.fb.com]

    Akun dan unggahan Facebook yang dihapus karena perilaku tidak autentik dan menyebar informasi palsu terkait Papua Barat.[newsroom.fb.com]

    Akun dan unggahan Facebook yang dihapus karena perilaku tidak autentik dan menyebar informasi palsu terkait Papua Barat.[newsroom.fb.com]

    Nathaniel mengatakan, akun dan halaman palsu itu mengunggah dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tentang Papua Barat dengan beberapa Halaman berbagi konten untuk mendukung gerakan kemerdekaan, sementara yang lain meunggah kritikan terhadapnya. Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas mereka, penyelidikan Facebook menemukan tautan ke perusahaan media Indonesia InsightID.

    Facebook telah mengidentifikasi 69 akun Facebook, 42 Halaman, dan 34 akun Instagram. Sekitar 410.000 akun mengikuti satu atau lebih Halaman ini dan sekitar 120.000 akun mengikuti setidaknya satu akun Instagram ini.

    Adapun iklan seharga US$ 300.000 atau Rp 4,3 miliar dihabiskan untuk iklan Facebook yang dibayar terutama dalam mata uang rupiah.

    Facebook mengidentifikasi akun-akun ini melalui investigasi yang sedang berlangsung terhadap dugaan perilaku tidak autentik yang terkoordinasi di wilayah tersebut. Facebook juga melampirkan contoh akun palsu dan unggahan yang dihapus karena perilaku yang tidak autentik atau menyebar hoaks Papua Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.