Ikut Program ILO, Ungaran Sari Garments Tak Rekrut Pekerja Anak

Karyawan PT Ungaran Sari Garmen di Semarang, Jawa Tengah, sedang menjahit pakaian yang dipesan oleh merek terkenal. PT Ungaran Sari Garmen telah bergabung dengan program BetterWork, sebuah kolaborasi antara ILO dan IFC dari Bank Dunia. sumber: TEMPO/Suci Sekar

TEMPO.CO, Jakarta - PT Ungaran Sari Garments telah menjadi satu dari 216 perusahaan garmen di seluruh Indonesia yang mengikuti BetterWork, yakni sebuah program kolaborasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) dari PBB dan Badan Kerja Sama Keuangan Internasional atau IFC dari Bank Dunia. Nur Arifin, Kepala SDM Ungaran Sari Garments, mengatakan pihaknya mengikuti program BetterWork sejak 2013 guna mempraktikkan pemberdayaan perempuan, koordinasi antara pihak karyawan dan pabrik.

Arifin mengatakan saat ini PT Ungaran Sari Garments memiliki sekitar 15 ribu karyawan yang tersebar di tiga lokasi pabrik. Awalnya, PT Ungaran Sari Garments membuat produk pakaian untuk pasar domestik, namun dari tahun ke tahun ekspansi terus dilakukan hingga akhirnya seluruh produk dijual untuk ekspor.

“Kami tidak merekrut pekerja anak, perekrutan karyawan dilakukan berdasarkan kapabilitasnya,” kata Arifin, dalam kunjungan kerja delegasi ILO dan rombongan ke PT Ungaran Sari Garments, Kamis, 4 Oktober 2019.

PT Ungaran Sari Garmen di Semarang mendapat kunjungan dari delegasi PBB dan ILO di Jakarta atas partisipasi perusahaan mengikuti program BetterWork hasil kolaborasi ILO dan IFC dari Bank Dunia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup karyawan dan perusahaan. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

Dengan mengikuti program BetterWork, PT Ungaran Sari Garments diwajibkan mengikuti standar ILO, yakni memberlakukan gaji sesuai UMR, tidak ada pekerja anak, memberikan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Tak hanya itu, Arifin pun menekankan memberikan fasilitas lebih kepada karyawannya yang 95 persen perempuan seperti ruang memeras ASI, kurir ASI, kelas senam ibu hamil, hingga beasiswa anak karyawan yang berprestasi.                 

“Dampak mengikuti program ini, karyawan jadi terbangun rasa memiliki terhadap perusahaan sehingga mereka pun memikirkan keberlangsungan bisnis perusahaan,” kata Arifin.

Program BetterWork kolaborasi ILO dan IFC juga berdampak pada pertumbuhan kinerja perusahaan. Pada 2014, output (jumlah barang yang diekspor) tercatat 22 juta pcs dan pada 2018 menjadi 29 juta pcs. Nilai ekspor naik dari US$ 188 juta pada 2014 menjadi US$ 227 pada 2018. Kustomer PT Ungaran Sari Garments diantaranya Tommy Hilfiger dan lebih dari 50 persen produknya di ekspor ke Amerika Serikat, sisanya ke Eropa.

Arifin menekankan, pihaknya sangat berhati-hati dalam merekrut karyawan agar jangan sampai mempekerjakan pekerja anak. Usia minimal karyawan adalah 18 tahun.    

“Kami mentaati jam kerja, anti-diskriminasi, tidak ada kerja paksa, menyediakan tempat kerja yang aman, ada sistem pembuangan sampah, ada aturan umur. Dengan begitu, maka buyers kami pun punya tingkat rasa percara diri yang kuat saat berbisnis dengan kami,” ucap Arifin.

Menurutnya, salah satu kunci bisnis agar bisa berkelanjutan adalah taat pada aturan hukum, kualitas barang, pengiriman tepat waktu, harga kompetitif dan proses dalam pembuatan produk yang tunduk pada hukum.






Pelaku UMKM Wajib Tau, Begini Cara Daftarkan Produk ke BPOM

31 hari lalu

Pelaku UMKM Wajib Tau, Begini Cara Daftarkan Produk ke BPOM

Sebagai pelaku UMKM, mendaftarkan produk ke BPOM merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan. Berikut langkah mudah mendaftarkan produk ke BPOM.


Ini 10 Produk Jualan Online yang Bakal Laris pada 2023

49 hari lalu

Ini 10 Produk Jualan Online yang Bakal Laris pada 2023

Berikut daftar produk atau barang yang bakal laris dijual online pada tahun 2023. Bisa dijadikan sebagai inspirasi bisnis.


Presiden Partai Buruh Said Iqbal Bakal Bawa KUHP Ke ILO dan PBB Karena Dinilai Melanggar Deklarasi HAM

51 hari lalu

Presiden Partai Buruh Said Iqbal Bakal Bawa KUHP Ke ILO dan PBB Karena Dinilai Melanggar Deklarasi HAM

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengancam akan membawa KUHP ke forum ILO dan PBB. Dinilai melanggar Deklarasi HAM PBB.


Trik Temukan Ide Usaha yang Cocok dengan Kebutuhan Konsumen

55 hari lalu

Trik Temukan Ide Usaha yang Cocok dengan Kebutuhan Konsumen

Menentukan jenis usaha yang ingin dikelola penting untuk mencari yang sesuai dengan apa yang Anda suka. Berikut tips menemukan ide bisnis yang pas.


Yang Perlu Anda Tahu soal Perlindungan Konsumen

59 hari lalu

Yang Perlu Anda Tahu soal Perlindungan Konsumen

Konsumen merupakan rantai terakhir dalam aliran produk setelah produsen dan distributor. Pahami perlindungan konsumen, termasuk hak dan kewajiban.


Memahami Posisi Stakeholder dalam Perusahaan

21 November 2022

Memahami Posisi Stakeholder dalam Perusahaan

Stakeholder adalah pihak-pihak yang bisa mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, baik positif maupun negatif. Berikut faktanya.


Berminat Jadi Eksportir? Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

19 Oktober 2022

Berminat Jadi Eksportir? Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menjadi seorang eksportir. Setidaknya hindari lima hal berikut sebelum menjadi eksportir.


Anak-anak pun Dapat Hadiah di Operasi Zebra 2022

16 Oktober 2022

Anak-anak pun Dapat Hadiah di Operasi Zebra 2022

Edukasi dalam Operasi Zebra 2022 tak hanya monopoli Polres Semarang. Polres di sejumlah wilayah juga melakukan berbagai tindakan simpatik.


Keberlanjutan Proyek ILO, Kemnaker Perluas Sosialisasi dan Perkuat Capacity Building dalam K3

20 September 2022

Keberlanjutan Proyek ILO, Kemnaker Perluas Sosialisasi dan Perkuat Capacity Building dalam K3

Kemnaker akan terus menyosialisasikan pencegahan Covid-19 di tempat kerja, khususnya menindaklanjuti sejumlah rekomendasi ILO.


Kolaborasi ILO, Jepang dan Kemenaker Perkuat Sistem Manajemen K3 di 1.521 Tempat Kerja

20 September 2022

Kolaborasi ILO, Jepang dan Kemenaker Perkuat Sistem Manajemen K3 di 1.521 Tempat Kerja

ILO bersama dengan Pemerintah Jepang dan Kementerian Ketenagakerjaan berkolaborasi dalam upaya memperkuat sistem manajemen K3 di perusahaan.