Mantan Wali Kota di Cina Simpan 13 Ton Emas di Rumah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emas batangan Cina.[marketwatch.com]

    Emas batangan Cina.[marketwatch.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menemukan 13,5 ton emas di ruang bawah tanah rumah mantan pejabat Cina di Kota Haikou, Provinsi Hainan.

    Zhang Qi, anggota komite partai provinsi dan kota, dilaporkan menjalani peninjauan disipliner dan sedang diselidiki apakah emas yang disimpan ilegal.

    Dikutip dari RT.com, 2 Oktober 2019, pihak berwenang Cina menemukan sekitar 13,5 ton emas, serta jutaan yuan dalam bentuk tunai dan barang antik, ditambah bukti sertifikat real estat mewah. Menurut laporan media lokal, komisi disipliner mengumumkan pada awal September bahwa mereka sedang menyelidiki skandal mantan pejabat itu.

    Pejabat yang melakukan kejahatan ekonomi atau korupsi dapat menghadapi hukuman mati di Cina. Dilaporkan sedikitnya 120 pejabat korup tingkat tinggi, termasuk perwira militer dan eksekutif, juga telah diungkap.

    Namun ada spekulasi bahwa kampanye antikorupsi ini sebenarnya adalah bagian dari pembersihan politik yang meluas oleh Xi Jinping.

    Mantan Wali Kota Zhang Qi.[Hainan provincial government/Daily Star]

    Menurut Daily Star, Zhang Qi adalah mantan wali kota dan anggota Partai Komunis Cina. Dia sedang diselidiki oleh Komisi Pengawas Nasional.

    Video menunjukkan para penyelidik sedang memeriksa tumpukan emas batangan raksasa.

    Beberapa hanya ditumpuk di lantai, sementara keping emas lainnya dibungkus dengan tas di rak logam.

    Polisi juga menemukan uang tunai senilai US$ 37 miliar atau Rp 526 triliun dalam berbagai pecahan mata uang seperti dolar AS, yuan Cina, dan euro.

    Nilai perkiraan satu ton emas murni sekitar US$ 37.000.000 atau Rp 526 miliar. Ini berarti total emas yang disimpan eks wali kota Cina itu senilai hampir US$ 500 juta atau Rp 7,1 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.