Astronot Uni Emirat Arab Cerita Bagaimana Salat di Luar Angkasa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang angkasa. Sumber: MBR Space Center via Twitter/khaleejtimes.com

    Ilustrasi ruang angkasa. Sumber: MBR Space Center via Twitter/khaleejtimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hazzaa AlMansoori, Astronot asal Uni Emirat Arab, menceritakan kepada ratusan pelajar dari berbagai negara bagaimana dia menjalankan misi luar angkasa. AlMansoori baru mendarat di bumi pada Kamis, 26 September 2019. Dia mencetak sejarah sebagai orang Uni Emirat Arab pertama yang pernah ke luar angkasa.

    Dikutip dari khaleejtimes.com, Rabu, 2 Oktober 2019, para pelajar berkumpul dengan antusias di Pusat Ruang Angkasa Mohammed bin Rashid atau MBRSC untuk mendengarkan cerita AlMansoori yang di sampaikannya lewat video call pada Selasa, 24 September 2019, atau sehari sebelum dia tiba di bumi.

    "Bagaimana Anda salat? Bagaimana Anda berwudu? Jam berapa saja Anda salat?," tanya seorang pelajar.

    Pesawat New Horizon.[www.nasa.gov]

    AlMansoori menjelaskan waktu salat ketika sedang berada di ruang angkasa tidak bisa ditentukan dengan pasti. Sebab itu semua tergantung pada kecepatan pesawat ruang angkasa yang mereka gunakan untuk melakukan perjalanan.

    Jet yang digunakan untuk menembus luar angkasa berkecepatan hingga 28,000 kilometer per jam. Itu artinya, seorang astronot bisa melihat 16 kali matahari terbit dan terbenam dalam sehari. Berkaca pada kondisi ini, AlMansoori melakukan salat berdasarkan nasehat para ulama.

    Sebelum terbang ke luar angkasa, AlMansoori diberikan buku panduan oleh peneliti senior di Departemen urusan Islam dan Badan Amal Dubai atau IACAD. Dalam bincang-bincangnya dengan pelajar, AlMansoori mengatakan kiblatnya salat adalah menghadap ke arah bumi.

    Rencananya, dia akan segera membagikan sebuah rekaman video saat dia salat dan berwudu. Sebelum terbang ke luar angkasa, AlMansoori menegaskan dia berpraktek dulu di bumi bagaimana salat di angkasa.

    Kepada para murid, AlMansoori memberi nasehat agar mereka punya mimpi yang besar. Uni Emirat Arab adalah sebuah negara yang punya banyak kesempatan, namun semua tergantung pada individu tersebut dalam upaya mengejar mimpi.

    "Mimpi tu bisa menjadi nyata, hanya saja kita harus punya tekad untuk mewujudkannya," kata AlMansoori.

    Sekembalinya ke bumi, AlMansoori mengaku ingin segera menemui ibunya. Dia pun membagikan beberapa video dan pengalamannya saat berada di luar angkasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.