Zuckerberg: Facebook Rugi Jika Elizabeth Warren Jadi Presiden AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Facebook CEO Mark Zuckerberg, bersaksi untuk dengar pendapat Komite Energi dan Perdagangan DPR mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna di Capitol Hill, Washington, 11 April 2018. REUTERS

    Facebook CEO Mark Zuckerberg, bersaksi untuk dengar pendapat Komite Energi dan Perdagangan DPR mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna di Capitol Hill, Washington, 11 April 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan kepada karyawan perusahaan akan rugi jika kandidat Demokrat Elizabeth Warren terpilih sebagai presiden AS.

    Menurut laporan Reuters, 1 Oktober 2019, sebuah rekaman audio dari dua rapat perusahaan pada Juli mengungkapkan Zuckerberg berupaya mencegah capres Elizabeth Warren terpilih. Audio ini pertama kali dirilis oleh The Verge.

    "Jika dia (Warren) terpilih sebagai presiden, maka saya akan bertaruh bahwa kita akan memiliki tantangan hukum dan saya bertaruh bahwa kita akan memenangkan tantangan hukum. Dan apakah itu masih menyebalkan bagi kita? Ya. Maksud saya, saya tidak ingin mendapat gugatan besar terhadap pemerintah kita sendiri," katanya, menurut audio yang bocor.

    Warren, yang pada bulan Maret menyerukan penghentian Amazon.com Inc, Facebook Inc dan Alphabet Inc, dengan cepat membalas berita ini di Twitter.

    "Apa yang benar-benar 'payah' adalah jika kita tidak memperbaiki sistem yang korup yang memungkinkan perusahaan raksasa seperti Facebook terlibat dalam praktik anti-persaingan ilegal, menginjak-injak hak privasi konsumen,” tulis Warren di Twitter.

    Dalam serangkaian tweet, Warren mencatat bahwa Facebook telah membangun lebih banyak dominasi pasar dalam beberapa tahun terakhir dengan mengakuisisi pesaing potensial WhatsApp dan Instagram.

    "Lebih dari 85% dari semua lalu lintas jejaring sosial melewati situs yang dimiliki atau dioperasikan oleh Facebook," tulisnya. "Mereka punya banyak kekuatan , dan menghadapi sedikit kompetisi atau pertanggungjawaban."

    "Mereka menghapus kompetisi, menggunakan informasi pribadi kita untuk keuntungan, merusak demokrasi kita, dan memiringkan lapangan bermain melawan orang lain."

    Dalam audio, Zuckerberg mengatakan memecah perusahaan teknologi besar akan membuat campur tangan pemilu lebih mungkin karena sekarang perusahaan tidak dapat berkoordinasi dan bekerja sama.

    Zuckerberg juga tertawa terbahak-bahak dengan mengatakan investasi Facebook untuk isu keselamatan lebih besar dari seluruh pendapatan Twitter.

    Elizabeth Warren [REUTERS]

    Zuckerberg mengeluarkan pernyataan di halaman Facebook-nya untuk menanggapi transkrip rekaman yang dirilis The Verge, meskipun ia mengatakan rekaman itu dimaksudkan untuk kepentingan internal.

    "Anda dapat memeriksanya jika Anda tertarik melihat versi tanpa filter dari apa yang saya pikirkan dan katakan kepada karyawan," tulisnya dalam unggahan.

    Komisi Perdagangan Federal (FTC) memiliki penyelidikan antimonopoli terbuka di Facebook, dan sekelompok jaksa agung negara bagian yang dipimpin oleh New York juga sedang menyelidiki.

    Kandidat presiden Demokrat lainnya juga mengkritik Facebook. Senator Bernie Sanders mengatakan dia akan memisahkan Facebook, Google dan Amazon, sementara Senator Kamala Harris mengatakan pemisahan ini harus dipertimbangkan secara serius.

    Senator Amy Klobuchar, salah satu anggota parlemen yang memperkenalkan Undang-Undang Periklanan yang akan memaksa Facebook untuk mengungkapkan pembeli iklan di platform, mengumumkan kampanyenya dengan pidato yang mengkritik perusahaan teknologi besar.

    Eksekutif senior Facebook lainnya mengatakan pada bulan ini bahwa perusahaan yakin akan mengalahkan upaya untuk mencegahnya.

    Dengan lebih dari 2 miliar pengguna bulanan, Facebook berada di bawah pengawasan dari regulator di seluruh dunia atas praktik berbagi data. Facebook juga mendapat kecaman karena gagal mencegah campur tangan Rusia dalam pilpres AS 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.