Survei: Semakin Banyak Warga Amerika Dukung Pemakzulan Trump

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    Presiden AS Donald Trump saat KTT G7 di Prancis, 25 Agustus 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei menunjukkan semakin banyak orang Amerika yang mendukung pemakzulan Donald Trump.

    Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, yang dirilis Reuters pada 1 Oktober kemarin, warga Amerika meyakini Donald Trump harus dimakzulkan meningkat 8 persen dibanding survei sebelumnya.

    Jajak pendapat 26-30 September menemukan bahwa 45 persen orang dewasa AS percaya bahwa Trump harus dimakzulkan, dibandingkan dengan 37 persen dalam jajak pendapat serupa yang berlangsung pekan lalu. 41 persen lainnya mengatakan bahwa Trump seharusnya tidak dimakzulkan dan 15 persen mengatakan mereka tidak tahu.

    Di antara Demokrat, 74 persen mengatakan Trump harus dimakzulkan, naik 8 poin selama seminggu terakhir, sementara 13 persen dari Partai Republik mengatakan mereka mendukung pemakzulan, naik 3 poin. Angka tidak berubah di antara independen pada 37 persen.

    Sementara jajak pendapat CNN yang dilakukan SSRS ada 47 persen warga Amerika yang mendukung pemakzulan Trump. Angka ini naik dari 41 persen dalam jajak pendapat CNN pada Mei sebelumnya.

    Level saat ini cocok dengan titik tertinggi untuk memakzulkan Trump dalam jajak pendapat CNN sebelumnya, di mana 47 persen mengatakan mereka mendukung pemakzulan pada September 2018.

    Publik Amerika semakin terfokus pada pertanyaan tentang pemakzulan menyusul aduan whistleblower tentang panggilan telepon Juli antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

    Dewan Perwakilan Rakyat AS memprakarsai penyelidikan pemakzulan Trump pekan lalu, setelah laporan whistleblower bahwa Trump menahan hampir US$ 400 juta (Rp 5,7 triliun) bantuan AS untuk Ukraina sebagai imbalan atas bantuan politik dari Zelinskiy yang melibatkan penyelidikan terhadap Joe Biden, mantan wakil presiden dan calon presiden dari Partai Demokrat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.