Penyerangan di Finlandia, Satu Tewas dan 10 Luka-luka

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu tewas dan 10 luka-luka dalam sebuah penyerangan di sekolah di timur Finlandia. Sumber: news.sky.com

    Satu tewas dan 10 luka-luka dalam sebuah penyerangan di sekolah di timur Finlandia. Sumber: news.sky.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu orang tewas dan 10 luka-luka dalam sebuah tindak kekerasan pada Selasa, 1 Oktober 2019, di wilayah timur Finlandia. Tindak kekerasan itu terjadi ketika seorang murid mencoba menyerang gurunya menggunakan sebilah pedang.

    Dikutip dari reuters.com, Kepolisian mengatakan mereka telah melepaskan tembakan saat insiden ini terjadi yang berlokasi di sebuah sekolah dekat sebuah pusat perbelanjaan di kota Kuopio, Finlandia. Satu orang laki-laki yang teridentifikasi warga negara Finlandia, sudah ditahan. Diantara korban luka-luka adalah aparat kepolisian.

    Satu orang tewas dan 10 luka-luka dalam sebuah insiden penyerangan di sebuah sekolah di Finlandia. Sumber: Hannu Rainamo/Lehtikuva/via REUTERS

    Surat kabar lokal mewartakan seorang saksi mata melihat seorang pelajar masuk ke dalam kelas membawa sebuah tas yang sangat besar. Dia lalu mengeluarkan sebilah pedang dan menyerang gurunya.

    Ville Hokkanen, juru bicara Kepolisian Finlandia wilayah timur, mengatakan seorang laki-laki telah menggunakan sebilah pedang untuk menyerang. Dia juga diketahui membawa sebuah senjata.

    "Satu orang tewas dalam insiden itu dan 10 orang luka-luka. Diantara korban luka adalah terduga penyerangan. Dua dari 10 korban luka-luka dalam kondisi luka serius," kata Hokkanen.

    Kepolisian timur Finlandia saat ini masih mencari tahu alasan penyerangan itu, termasuk apakah laki-laki yang melakukan penyerangan tersebut adalah murid di sekolah tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?