Tingkat Partisipasi Masyarakat di Pemilu Afganistan Turun

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu kota di Afganistan menjelang pemilu presiden yang dipenuhi poster kandidat presiden. sumber: Sayed Khodaberdi Sadat/Anadolu Agency/aljazeera.com

    Suasana salah satu kota di Afganistan menjelang pemilu presiden yang dipenuhi poster kandidat presiden. sumber: Sayed Khodaberdi Sadat/Anadolu Agency/aljazeera.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu presiden Afganistan putaran pertama pada Sabtu, 28 September 2019, menjadi sorotan. Pemilu itu diselenggarakan di tengah ancaman kelompok radikal Taliban yang akan mengganggu proses pemungutan suara.

    Data yang dipublikasi Komisi Independen Pemilu Afganistan pada Minggu kemarin memperlihatkan kurang dari 1,1 juta pemilih yang memberikan hak suaranya dalam pemilu presiden Afganistan 2019. Angkat itu memperlihatkan adanya penurunan signifikan dibanding pemilu sebelumnya.

    Masyarakat Afganistan menyelenggarakan pemilu. Sumber: REUTERS/Omar Sobhani

    Angka itu juga memperlihatkan tingkat partisipasi masyarakat Afganistan kurang dari 25 persen atau terendah dalam tiga pemilu presiden Afganistan sebelumnya sejak Taliban runtuh di Afganistan pada 2001.

    Sekitar 9,5 juta warga Afganistan terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu presiden 2019 dari total 35 juta jiwa populasi. Namun yang datang memenuhi 4.900 tempat pemungutan suara (TPS) kurang 1,1 juta pemilih.

    Dalam pemilu 2014, total ada 60 persen atau tujuh juta dari 12 juta warga yang berhak memilih, yang berpartisipasi dalam pemilu ketika itu.

    Pemilu pada Sabtu, 28 September 2019, dilaksanakan dengan keamanan yang sangat ketat, dimana sekitar 10 ribu pasukan keamanan dan kepolisian dikerahkan untuk mengamankan tempat-tempat pemungutan suara dan upaya mencegah Taliban melancarkan serangan.

    Wartawan Al Jazeera Rob McBride melaporkan pemerintah Afganistan dipuji karena pemilu berjalan sukses kendati tingkat partisipasi masyarakat yang memberikan hak suara mereka sangat rendah. Dalam pemilu presiden 2019, ada lebih dari sepuluh kandidat presiden Afganistan yang maju, namun dua kandidat terkuat adalah Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan mantan Wakil Presiden Abdullah Abdullah.

    Perhitungan suara sementara pemilu presiden Afganistan 2019 rencananya akan diumumkan sebelum 17 Oktober 2019. Sedangkan perhitungan suara akhir akan diumumkan paling cepat pada 7 November 2019.

    Jika tidak ada kandidat presiden yang mendapat 51 persen suara, maka pemilu putaran kedua akan dilakukan antara dua calon presiden Afganistan yang mendapat suara terbanyak dalam pemilu putaran pertama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.