Putra Mahkota Arab Saudi Bantah Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan berfoto bersama Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah, Arab Saudi, 6 Juni 2018.[REUTERS]

    Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan berfoto bersama Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah, Arab Saudi, 6 Juni 2018.[REUTERS]

    TEMPO.CORiyadh – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, membantah terlibat memerintahkan pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.

    MBS, sapaannya, mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ini karena dia adalah pemimpin Saudi saat pembunuhan itu terjadi pada Oktober 2018.

    “Sama sekali tidak,” kata MBS kepada media televisi CBS dari Amerika Serikat dalam wawancara pada acara 60 Minutes, seperti dilansir Al Jazeera pada Senin, 30 September 2019.

    Namun, MBS mengaku bertanggung jawab karena pembunuhan itu dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di pemerintahan Arab Saudi.

    “Ini adalah kesalahan. Saya harus melakukan semua tindakan untuk menghindari hal serupa terjadi di masa depan,” kata MBS mengenai pembunuhan yang disebutnya sebagai sangat jahat itu.

    Khashoggi, yang merupakan kolumnis Washington Post, terakhir terlihat di kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi pada 2 Oktober 2018. Saat itu, dia sedang mengurus sejumlah dokumentasi terkait rencananya menikah dengan seorang gadis Turki.

    Pernyataan MBS ini muncul dari trailer sebuah dokumenter yang dibuat media PBS, yang juga bakal ditayangkan pada pekan ini. “Saya bertanggung jawab penuh karena ini terjadi di bawah pengawasan saya,” kata dia dalam trailer itu.

    Menanggapi ini, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, menilai pernyataan MBS sebagai murni manuver politik.

    “Dengan mengatakan semuanya terjadi dalam pengawasannya, dia mengirim pesan kepada dunia bahwa dia lebih berpengaruh dibandingkan Raja Arab Saudi dan merupakan pemimpin sebenarnya dari negara itu,” kata Cengiz.

    Dalam transkrip wawancara yang dipublikasikan CBS pada Ahad, 29 September 2019, MBS mengatakan dia tidak mengetahui saat peristiwa pembunuhan itu terjadi.

    “Ada yang berpikir bahwa saya harus tahu apa yang dikerjakan oleh tiga juta orang yang bekerja untuk pemerintah Saudi setiap hari,” kata dia. “Tidak mungkin tiga juta orang akan mengirim laporan harian kegiatan mereka kepada pemimpin atau pejabat tertinggi kedua di pemerintahan Saudi.”

    Jurnalis CBS bertanya mengenai keterlibatan dua orang penasehat MBS dalam peristiwa pembunuhan ini. Dan mengapa MBS sampai tidak tahu soal ini.

    “Hari ini investigasi sedang dilakukan. Dan begitu dakwaan terbukti terhadap seseorang, apapun pangkatnya, kasusnya akan dibawa ke pengadilan, tidak ada pengecualian,” kata MBS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.