Aktivis Hong Kong Diserang Cat Merah saat Demonstrasi di Taiwan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menangkap salah satu demonstran saat terblibat bentrokan di Hong Kong, 29 September 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    Petugas kepolisian menangkap salah satu demonstran saat terblibat bentrokan di Hong Kong, 29 September 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COTaipei – Penyanyi dan aktivis Hong Kong, Denise Ho, diserang seorang pria yang mengenakan masker hitam saat berorasi pada sebuah acara demonstasi dukungan di Taipei, Taiwan.

    Pelaku menyiramkan cat berwarna merah kepada Denise Ho. Ini terjadi saat dia sedang berbicara dengan sejumlah wartawan ketika pelaku datang dan menuangkan cat merah ke atas kepalanya.

    “Dua orang Taiwan ditangkap seusai insiden ini,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 29 September 2019.

    Biro Investigasi Kriminal mengatakan kedua lelaki yang diduga terlibat dalam serangan cat itu merupakan anggota kelompok kriminal terorganisir, yang mendukung hubungan dekat Taiwan dan Cina.

    Panitia mengatakan sekitar 100 ribu warga turun ke jalan di Taipei mendukung protes anti-pemerintah Hong Kong. Ini merupakan bagian dari pawai anti-totaliterianisme menjelang hari nasional 1 Oktober 2019 yang memperingati berdirinya Cina sebagai negara komunis.

    “Banyak aktivis sosial di Hong Kong mengalami situasi seperti ini setiap hari. Saya pikir ini sangat jelas sebagai tindakan penindasan dan intimidasi,” kata Ho setelah terkena siraman cat ini. 

    Ribuan orang berunjuk rasa di Sydney, Australia, dan Taipei, Taiwan, untuk mendukung gerakan anti-totaliterianisme terkait demonstrasi pro-Demokrasi di Hong Kong.

    Ini menjadi aksi unjuk rasa solidaritas terbesar di Australia sejak bergulirnya gerakan pro-Demokrasi pada Maret 2019. Para peserta demonstrasi berteriak ‘tambahkan minyak’, yang berarti menambah semangat.

    “Sebagian demonstran memegang plakat bertuliskan ‘Selamatkan Hong Kong’ dan ‘Hentikan Tirani’,” begitu dilansir Channel News Asia pada Ahad, 29 September 2019.

    Sebagian pengunjuk rasa juga membawa payung berwana kuning. Menurut Bill Lam, 25 tahun, yang ikut unjuk rasa pro-Hong Kong dan pindah ke Sydney sekitar dua bulan lalu untuk belajar, mengatakan pemrotes merasa sangat tertekan dan ingin otoritas menghormasi Hak Asasi Manusia para pengunjuk rasa.

    “Saya datang ke sini, dan saya ingin medukung mereka dari Australia,” kata dia. “Saya merasa sangat sedih saat menonton video di sosial media dan Facebook setiap malam soal demonstrasi Hong Kong,” kata dia. Warga menolak legislasi ekstradisi dan meminta penerapan sistem demokrasi secara penuh di Hong Kong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.