Kronologi Wartawan Indonesia Tertembak Peluru Karet di Hong Kong

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menyemprotkan air berwarna kepada pengunjuk rasa anti-pemerintah saat demonstrasi di dekat Kompleks Pemerintah Pusat di Hong Kong, Cina, 15 September 2019. Cairan berwarna ini digunakan untuk mengidentifikasi para peserta demo. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Polisi menyemprotkan air berwarna kepada pengunjuk rasa anti-pemerintah saat demonstrasi di dekat Kompleks Pemerintah Pusat di Hong Kong, Cina, 15 September 2019. Cairan berwarna ini digunakan untuk mengidentifikasi para peserta demo. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Unjuk rasa di Hong Kong yang berjalan sudah lebih dari tiga bulan telah membuat seorang wartawan perempuan asal Indonesia menjadi korban luka. Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi wartawan asal Indonesia Veby Mega terluka di bagian mata oleh peluru karet saat sedang bertugas meliput unjuk rasa pada Minggu sore, 29 September 2019.

    Sumber yang juga sahabat Veby menceritakan kepada Tempo, peluru karet menyasar ke mata Veby, saat dia sedang berada di atas jembatan layang di Gloucester Road Wanchai. Diduga, peluru tersebut merupakan peluru salah sasaran yang sebenarnya membidik target orang lain, namun lantaran diatas jembatan Veby melakukan live report, peluru tersebut menyasar mengenai salah satu matanya.

    Saat live report berlangsung, setidaknya ada puluhan demonstran yang berada diatas jembatan tersebut.


    Awalnya Polisi bergerak mundur menjauhi demonstran, namun tiba-tiba, Polisi berbalik arah dan diduga melepaskan tembakan ke arah demonstran sehingga mengenai salah satu matanya. Hingga Sabtu malam, Veby masih dirawat di sebuah rumah sakit di Hong Kong.

    Sumber menceritakan unjuk rasa pada Minggu, 29 September 2019, dimulai dari pusat perbelanjaan SOGO, menuju kantor pemerintahan pusat Hong Kong atau CGO. Aksi dimulai persisnya sekitar pukul 14.30

    "Unjuk rasa hari ini juga ramai dibanding kemarin," kata sumber tersebut.

    Unjuk rasa yang lebih besar lagi kemungkinan akan dilakukan lagi pada 1 Oktober bertepatan dengan Hari Nasional Cina (National Day). Sebelum Reuters mewartakan unjuk rasa di Hong Kong pada Minggu, 29 September 2019, kembali rusuh. Aparat Kepolisian menembakkan gas air mata, peluru karet dan water cannon ke sejumlah demonstran saat unjuk rasa mulai tidak terkendali.

    Kepolisian Hong Kong menembakkan gas air mata dari atap gedung Dewan Legislatif Hong Kong. Aksi kejar-kejaran aparat kepolisian dengan demonstran yang melakukan tindak kekerasan di kawasan perbelanjaan Causeway Bay, Wan Chai dan distrik Admiralty telah menyebabkan kekacauan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.