Pemilik Foto Trudeau Berwajah Coklat Mengaku Bukan Orang Partai

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Justin Trudeau, yang sekarang perdana menteri Kanada, muncul dengan riasan gelap di wajah, leher, dan tangannya di pesta bertema

    Justin Trudeau, yang sekarang perdana menteri Kanada, muncul dengan riasan gelap di wajah, leher, dan tangannya di pesta bertema "Arabian Nights" tahun 2001 di West Point Grey Academy, sekolah swasta tempat ia mengajar.[TIME]

    TEMPO.COToronto – Pelaku penyebaran foto Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, memakai make-up wajah coklat saat masih bersekolah mengaku tidak memiliki afiliasi politik apapun.

    Pebisnis asal Vancouver, Michael Adamson, mengatakan dia juga tidak menerima bayaran dengan merilis foto itu kepada majalah Time.

    “Dia mengaku termotivasi merilis foto itu karena meyakini publik Kanada punya hak untuk melihat foto itu,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 28 September 2019.

    Foto Trudeau dengan wajah bercat coklat diambil saat acara gala dinner sekolah privat British Columbia bernama West Point Grey Academy pada 2001.

    Saat itu, Trudeau berusia 29 tahun dan mengajar di sekolah itu. Dia mengenakan kostum ala Timur Tengah dengan warna kulit wajah dibuat gelap menggunakan make-up.

    Pasca foto ini terungkap ke publik, Trudeau berulang kali mengucapkan permohonan maaf. Terlebih foto ini muncul sekitar kurang dari lima pekan menjelang pemilu federal di Kanada di tengah persaingan yang sengit.

    Adamson merupakan anggota komunitas WPGA saat itu dan memberikan salinan foto itu, yang dia peroleh dari buku tahunan sekolah, ke majalah Time, yang mempublikasikannya pada pekan lalu.

    “Saya bukan dan tidak pernah terafiliasi dengan partai politik tertentu. Saya tidak menerima bayaran untuk rilis foto ini,” kata dia.

    Trudeau juga mengakui secara terbuka foto itu sebagai kesalahan. Dia juga menelpon Jagmeet Singh, yang merupakan pemimpin Partai Demokrasi Baru dan menjadi orang pertama berkulit warna yang memimpin partai politik, untuk meminta maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.