Indonesia Belum Masuk Daftar 49 Negara Visa Turis Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah melaksanakan Salat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat 12 Juli 2019. Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440H. Antara Foto/Hanni Sofia

    Jamaah melaksanakan Salat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat 12 Juli 2019. Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440H. Antara Foto/Hanni Sofia

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk pertama kalinya Arab Saudi mengeluarkan visa turis untuk wisatawan dari 49 negara, namun Indonesia tidak masuk dalam daftar 49 negara yang memenuhi syarat untuk visa turis Arab Saudi.

    Peluncuran visa turis diumumkan Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH) membuat pengumuman di sebuah acara di Ad-Diriyah, sebuah kota kuno yang sekarang menjadi tujuan wisata terkemuka, seperti dilaporkan Arabnews, 27 September 2019.

    Wisatawan dari negara-negara yang memenuhi syarat akan dapat mengajukan visa multiple-entry yang berlaku selama satu tahun dan akan memungkinkan wisatawan menghabiskan hingga 90 hari di negara tersebut, menurut laporan New York Times.

    Aplikasi untuk visa turis akan dimulai pada 28 September. Pengumuman visa akan diluncurkan melalui situs web dan di media sosial melalui kampanye video.

    Visa sebelumnya dibatasi untuk ekspatriat dan pebisnis yang bekerja di Arab Saudi, dan bagi Muslim yang akan Berhaji atau Umrah.

    Menurut halaman website VisitSaudi, turis dari negara-negara yang memenuhi syarat dapat mengajukan aplikasi visa pariwisata online melalui portal e-visa, atau setibanya di Arab Saudi melalui kios visa di imigrasi. Turis dari negara lain juga bisa mengajukan permohonan visa konsulat melalui kedutaan dan konsulat Saudi.

    Sekitar 12 ribu unta dari berbagai wilayah Arab Saudi, negara-negara teluk dan negara-negara Arab berpartisipasi dalam Festival Unta. Sumber: SPA/arabnews.com

    Ada 49 negara yang memenuhi syarat untuk visa turis termasuk Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar negara Eropa dan Cina. Saat ini hanya ada tujuh negara Asia yang memenuhi syarat, yakni Brunei, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Kazakhstan, dan Cina.

    Meski Indonesia tidak termasuk dari negara yang masuk program visa, WNI yang ingin mendapatkan visa turis agar mengunjungi atau menghubungi kedutaan Arab Saudi atau konsulat terdekat.

    Visa ini akan menelan biaya SAR 300 atau Rp 1,2 juta, dengan biaya tambahan SAR 140 atau sekitar Rp 600 ribu untuk asuransi perjalanan, kata sumber Arabnews.

    Visa akan berlaku selama 360 hari dari tanggal penerbitan untuk masa tinggal 90 hari atau kurang, dan total tidak lebih dari 180 hari dalam satu tahun.

    Wisata religi telah menjadi faktor kunci dalam pendapatan Arab Saudi, dengan para Muslim dari seluruh dunia datang ke Arab Saudi untuk mengunjungi situs-situs suci Mekkah dan Madinah.

    Lokasi-lokasi seperti AlUla, NEOM, dan Laut Merah disebut sebagai lokasi wisata yang potensial, dengan banyak daerah lain di Arab Saudi untuk wisatawan. SCTH mengatakan ada 10.000 lokasi bersejarah di seluruh Arab Saudi, di mana lima di antaranya adalah situs Warisan Dunia UNESCO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.