Ketua DPR AS Mau Makzulkan Trump karena Langgar Sumpah Jabatan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan Dewan Perwakilan Rakyat akan meluncurkan penyelidikan formal untuk menyelidiki apakah akan memakzulkan Presiden AS Donald Trump setelah pertemuan tertutup fraksi DPR Demokrat di Gedung Kongres AS di Washington, AS, 24 September 2019. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan Dewan Perwakilan Rakyat akan meluncurkan penyelidikan formal untuk menyelidiki apakah akan memakzulkan Presiden AS Donald Trump setelah pertemuan tertutup fraksi DPR Demokrat di Gedung Kongres AS di Washington, AS, 24 September 2019. [REUTERS / Kevin Lamarque]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengajukan penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump karena mengkhianati sumpah jabatan dan merusak keamanan nasional.

    Selasa kemarin, dilaporkan POLITICO, 24 September 2019, Pelosi secara resmi membuka penyelidikan pemakzulan terhadap Donald Trump, sebagai langkah terbaru DPR AS untuk memecat presiden.

    "Hari ini, saya mengumumkan Dewan Perwakilan Rakyat sedang bergerak maju dengan penyelidikan pemakzulan resmi," kata Pelosi dari kantornya di lantai dua Capitol Hill. "Tindakan presiden Trump mengungkapkan fakta-fakta yang tidak terhormat tentang pengkhianatan presiden atas sumpah jabatannya, pengkhianatan terhadap keamanan nasional dan pengkhianatan integritas pemilu kita."

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpidato State of the Union di hadapan sesi gabungan Kongres pada Selasa, 5 Februari 2019. Ketua Fraksi Partai Drmokrat, Nancy Pelosi, duduk di belakang Trump memperhatikan. Reuters

    Juru bicara DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan, permintaan untuk memakzulkan Trump itu dilakukan setelah pertemuan tertutup dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat. Pelosi menyebut tindakan-tindakan Presiden Trump telah merusak keamanan nasional dan menciderai konstitusi Amerika Serikat.

    "Presiden harus dimintai pertanggung jawaban, tidak ada yang kebal hukum," kata Pelosi seperti dikutip dari Reuters.

    Pengumuman Pelosi mengakhiri pertikaian Demokrat selama berbulan-bulan tentang apakah akan mendukung upaya untuk menggulingkan Trump. Pertempuran mengenai pemakzulan Trump kemungkinan akan menyeret ke kampanye presiden 2020 dan menjadi masalah terbesar di distrik-distrik utama DPR.

    Trump dan para petinggi Republikan menolak penyelidikan itu sebagai aksi politik yang dirancang untuk merusak kampanye pemilihan presiden tahun depan. Kampanye pemilihan kembali Trump mulai menggalang dana hanya beberapa menit setelah pengumuman penyelidikan pemakzulan dari Ketua DPR Nancy Pelosi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?