Asuransi - Dana Pensiun Rp 32 Ribu Triliun Kurangi Emisi Karbon

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Greenpeace Indonesia dan berbagai koalisi peduli lingkungan melakukan long march dari Masjid Cut Meutia sampai Taman Aspiras, Jakarta Pusat iuntuk menyuarakan perubahan iklim, Jumat, 20 September 2019. TEMPO/Khory

    Greenpeace Indonesia dan berbagai koalisi peduli lingkungan melakukan long march dari Masjid Cut Meutia sampai Taman Aspiras, Jakarta Pusat iuntuk menyuarakan perubahan iklim, Jumat, 20 September 2019. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, New York – Manajemen sejumlah perusahaan asuransi dan dana pensiun, yang mengelola dana sekitar US$2.3 triliun atau sekitar Rp32.4 ribu triliun menyatakan tekad akan mengalihkan portofolio investasi mereka dari industri penghasil emisi karbon ke industri baru untuk mengurangi peningkatan perubahan iklim.

    Pernyataan ini disampaikan oleh perusahaan asuransi raksas Jerman Allianze, pengelola dana pensiun California Public Employee’s Retirement System dan perusahaan dana pensiun Swedia yaitu Alecta.

    “Mereka bergabung dalam gerakan aliansi ‘Net Zero Asset Owner Alliance’ yang diluncurkan pada KTT Aksi Iklim PBB di New York, Amerika Serikat,” seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 23 September 2019.

    Para penggagas mengeluarkan pernyataan berisi tekad melawan perubahan iklim. ”Memitigasi perubahan iklim merupakan tantangan bagi era kita. Politik, bisnis, dan masyarakat di seluruh dunia butuh bertindak sebagai satu kesatuan untuk secara cepat mengurangi emisi karbon,” kata Olive Baete, kepala eksekutif Allianz.

    Perubahan iklim terlihat mengalami percepatan dengan munculnya gelombang panas, kebakaran hutan, badai topan dan erosi pantai, yang berdampak di semua negara.

    Ini menimbulkan tekanan bagi industri keuangan dari para aktivis lingkungan, para pemegang saham, dan regulator agar pelaku industri bertindak.

    Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengorganisasi KTT Aksi Iklim PBB pada Senin kemarin. Dia menggalang upaya bersama secara internasional untuk mengurangi emisi karbon. Dia menilai peran dunia industri keuangan seperti asuransi dan dana pensiun penting untuk mempercepat transisi ekonomi dunia dari berbasis minyak bumi ke energi terbarukan.

    "Alam marah dan kita menipu diri kita sendiri jika kita berpikir kita bisa menipu alam karena alam selalu menyerang balik. Dan di seluruh dunia, alam menyerang balik dengan amarah,” kata Guterres dengan tegas seperti dilansir Tempo.

    Guterres juga menegaskan acara ini bernama KTT Aksi Iklim dan bukan negosiasi iklim sehingga harus menghasilkan tindakan nyata di lapangan untuk mengurangi emisi karbon, yang memicu perubahan iklim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.