Pria Tenggelam Setelah Melamar Kekasih di Bawah Air

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kenesha Antoine merekam Steven Weber ketika dia dilamar Steven di bawah air.[Sky News]

    Kenesha Antoine merekam Steven Weber ketika dia dilamar Steven di bawah air.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria Lousiana, Amerika Serikat, tenggelam setelah melamar sang kekasih saat menyelam di Tanzania.

    Saat itu pasangan kekasih Steven Weber dan Kenesha Antoine berlibur ke Pulau Pemba, menurut laporan CNN, 22 September 2019. Keduanya menginap di sebuah kabin dengan kamar tidur yang terendam di bawah permukaan air di pesisir timur Afrika.

    Seteven melamar Kenesha pada hari Kamis dengan berenang di bawah air dan memegang catatan tulisan tangan di jendela kamar tidur, menurut video yang diunggah Kenesha Antoine Jumat di Facebook, sebelum memberikan cincin.

    Tulisan itu, yang diletakkan Steven di dalam kantong plastik transparan, bertuliskan, "Aku tidak bisa menahan nafas cukup lama untuk memberitahumu semua hal yang aku cintai darimu. TAPI....Segala hal yang aku sukai darimu, membuat aku lebih mencintaimu SETIAP HARI!

    "Maukah kamu menjadi ISTRI-ku," lanjut catatan itu. "Menikahlah denganku???"

    Kenesha mengatakan dalam unggahan Facebook berikutnya bahwa Steven tidak kembali ke permukaan. "Kamu tidak pernah muncul dari kedalaman itu, jadi kamu tidak pernah mendengar jawabanku, 'Ya! Ya! Sejuta kali, ya, aku akan menikahimu !!'" tulis Kenesha Antoine.

    Tetapi calon mempelai kemudian mengunggah ungkapan sedih di Facebook bahwa dia telah meninggal. Kenesha Antoine menulis bahwa dia tidak pernah muncul dari bawah air.

    Dikutip dari Sky News, Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi seorang turis AS meninggal di Tanzania, tetapi tidak ada rincian lain yang dilaporkan.

    Steven Weber dan Kenesha Antoine.[CNN]

    "Kita tidak pernah saling berpeluk dan merayakan awal dari sisa hidup kita bersama, karena hari terbaik dalam hidup kita berubah menjadi yang terburuk, dalam putaran nasib yang paling kejam yang bisa dibayangkan.

    "Aku akan mencoba untuk menghibur diri dalam kenyataan bahwa kita pernah menikmati pengalaman yang paling menakjubkan dalam daftar keinginan ini beberapa hari terakhir, dan bahwa kita berdua sangat bahagia dan benar-benar senang dengan kegembiraan di saat-saat terakhir kita bersama," tulis Kenesha.

    Resor Manta, tempat pasangan itu menginap, mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu yang mengkonfirmasi kematian Steven.

    "Belasungkawa, simpati, dan doa tulus kami bersama pacar, keluarga, dan teman-teman yang terdampak kecelakaan tragis ini," kata Matthew Saus, CEO Resor Manta.

    Pemerintah setempat sedang menyelidiki insiden tersebut, sementara Departemen Luar Negeri AS mengucap belasungkawa atas kematian Steven,

    "Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga atas kehilangan mereka. Kami siap memberikan semua bantuan konsuler yang tepat," kata Departemen Luar Negeri berdukacita atas kematian pria yang baru saja melamar sang kekasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.