Najib Razak Sebut Warga Malaysia Kroni Penerima Dana Korupsi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najib Razak. REUTERS

    Najib Razak. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengklaim seluruh warga Malaysia adalah kroninya ketika ditanya siapa penerima dana dugaan korupsinya.

    Dalam video wawancara satir yang diunggah di Facebook berjudul "Ulasan Apek Cina Bersama Bossku," si Apek, pembawa acara berbicara dalam bahasa Melayu dan aksen Cina yang sangat terpengaruh, mewawancarai Najib tentang hal-hal dari waktu sebagai perdana menteri dan setelah memimpin Barisan Nasional sampai kekalahannya.

    Dikutip dari Malay Mail, 22 September 2019, ketika "Apek" dalam wawancara memintanya menyebut orang-orang yang mendapat manfaat dari tindakan yang membuatnya dituduh melakukan korupsi, Najib mengklaim penerimanya adalah warga negara Malaysia yang ia sebut sebagai kroni-kroninya.

    "Itu tidak benar Apek. Apek, apakah Anda tahu siapa kroni saya? Sebenarnya, kroni-kroni saya adalah rakyat," kata Najib.

    "Rakyat, karena kebijakan saya adalah untuk membantu rakyat, dan saya tidak memiliki siapa pun yang saya anggap sebagai kroni saya."

    Sebelumnya, Apek menyinggung puluhan dakwaan ditujukan terhadap Najib terkait 1MDB.

    Ketika pewawancara bertanya apakah ini berarti orang Malaysia juga harus dipenjara jika kroninya dipenjara, Najib setuju.

    "Tepat sekali. Kita semua masuk," kata Najib.

    Pengadilan Najib Razak atas penyalahgunaan RM 42 juta atau Rp 141,6 miliar dari unit 1MDB sebelumnya, SRC International Sdn Bhd, berakhir pada 27 Agustus

    Dia sekarang diadili untuk dakwaan korupsi 1MDB atas penyelewengan RM 2,3 miliar atau Rp 7,8 triliun yang diduga dicuri dari 1MDB.

    Wawancara ini adalah yang terbaru dalam kampanye media sosial Najib Razak yang sedang berlangsung untuk mendapatkan kembali dukungan dari Malaysia dan untuk mencemooh koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.