2 Kilang Minyak Arab Saudi Diserang, Amerika Serikat Buat Koalisi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sikap Inggris terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei terkait pembangunan jaringan 5G pada Rabu, 8 Mei 2019. Reuters

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sikap Inggris terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei terkait pembangunan jaringan 5G pada Rabu, 8 Mei 2019. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat pada Kamis, 19 September 2019, mengungkap telah membangun sebuah koalisi untuk menangkis ancaman Iran menyusul serangan drone terhadap dua fasilitas pengolahan minyak mentah Arab Saudi pada akhir pekan lalu.

    Menurut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan sebuah solusi damai untuk menyelesaikan krisis ini. Pompeo sebelumnya telah berbicara dengan sejumlah pemimpin di Uni Emirat Arab, seperti Putra Mahkota Abu Dhabi, atas serangan dua kilang pengolahan minyak Arab Saudi.

    "Kami disini untuk membangun sebuah koalisi yang ditujukan untuk mencapai perdamaian dan resolusi damai. Itulah misi saya, yang Presiden Trump sangat inginkan agar saya benar-benar usahakan dan berharap Republik Islam Iran melihat cara ini," kata Pompeo, Kamis, 19 September 2019, dikutip dari reuters.com.

    Asap hitam terlihat di fasilitas kilang minyak Saudi Aramco di kota timur Abqaiq, Arab Saudi, 14 September 2019. [REUTERS / Stringer]

    Washington dan Riyadh menyalahkan Tehran atas serangan itu, namun Iran menyangkal keterlibatannya dalam serangan di dua kilang minyak terbesar Arab Saudi pada 14 September 2019. Serangan drone itu telah berdampak pada hasil produksi minyak Arab Saudi.

    Pompeo dalam keterangannya tidak memberikan detail koalisi yang dimaksud. Namun Amerika Serikat telah mencoba menciptakan sebuah aliansi keamanan maritim dunia sejak serangan sejumlah kapal tanker di perairan teluk, dimana Washington menyalahkan Iran.

    Uni Emirat Arab, Inggris dan Bahrain mengkonfirmasi akan berpartisipasi dalam koalisi tersebut. Sedangkan Irak memastikan tidak akan ikut terlibat, begitu pula sebagian besar negara-negara Eropa yang ragu-ragu bergabung dengan koalisi tersebut karena berpotensi memperkerus ketegangan kawasan.

    Pompeo menggambarkan koalisi yang diajukan pihaknya adalah sebuah tindakan diplomasi, sedangkan Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif meyakinkan tindakan Amerika Serikat itu tidak akan membuat pihaknya ciut hati. Pada Jumat, 13 September 2019, Menlu Zarif melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kuwait Sabah al Khalid Al Sabah untuk mendiskusikan upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.