Hong Kong Gelar Dialog dengan Warga Pekan Depan, Larang Bawa Toa

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran anti pemerintahan melemparkan bom molotov ke gedung dewan parlemen dan kantor pemerintah saat melakukan unjuk rasa di Hong Kong, 15 September 2019. Polisi merespons dengan gas air mata, peluru karet, dan meriam air saat bentrokan pecah. REUTERS/Tyrone Siu

    Demonstran anti pemerintahan melemparkan bom molotov ke gedung dewan parlemen dan kantor pemerintah saat melakukan unjuk rasa di Hong Kong, 15 September 2019. Polisi merespons dengan gas air mata, peluru karet, dan meriam air saat bentrokan pecah. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COHong Kong – Pemerintah Hong Kong membuat aturan bagi setiap peserta dialog terbuka dengan Kepala Eksekutif Carrie Lam, yang akan mulai gelar pada pekan depan.

    Warga yang ingin berdialog langsung dengan Lam dilarang membawa pengeras suara atau toa, payung dan alat lain yang tidak terkait dengan acara dialog.

    “Acara dialog akan digelar pada Kamis pekan depan dengan 150 orang peserta, yang harus mendaftar secara online,” begitu dilansir Channel News Asia pada Kamis, 19 September 2019.

    Pemerintah Hong Kong mengatakan dialog terbuka ini bertujuan untuk mengundang semua warga dari kalangan berbeda untuk menyampaikan pandangannya mengenai pemerintah.

    Warga juga boleh menyampaikan rasa kecewa mengenai pemerintah dan menawarkan solusinya.

    Lam mengatakan akan menggelar dialog berseri ini untuk mengakhiri demonstrasi yang telah melanda Hong Kong sejak Juni 2019.

    “Untuk memastikan keamanan semua orang, partisipan diharapkan berperilaku tertib,” begitu pernyataan pemerintah.

    Seperti dilansir Reuters, warga Hong Kong turun ke jalan memprotes pembahasan legislasi ekstradisi. Legislasi itu mengatur ketentuan tersangka kriminal di Hong Kong bisa diekstradisi ke Cina jika dianggap melanggar aturan di sana.

    Warga Hong Kong meminta legislasi ini dicabut. Meski telah dicabut pada awal September, warga melanjutkan demonstrasi meminta penerapan sistem demokrasi secara penuh di Hong Kong. Ini agar warga bisa memilih para pemimpinnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.