Putin: Arab Saudi Harusnya Beli Sistem Pertahanan Udara Rusia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin selama pembukaan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina 30 November 2018. [Twitter @spagov]

    Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin selama pembukaan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina 30 November 2018. [Twitter @spagov]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin mengatakan Arab Saudi harusnya membeli S-400 seperti Turki atau Iran yang membeli S-300, untuk melindungi aset kilang minyaknya.

    Entah Putin bercanda atau ini memang strategi marketingnya, untuk menawarkan sistem pertahanan udara terbaik Rusia.

    Dilaporkan New York Times, 17 September 2019, Putin berbicara pada konferensi pers bersama di Ankara dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki dan Presiden Hassan Rouhani dari Iran pada hari Senin setelah pertemuan tentang konflik Suriah.

    Para pejabat Amerika menyalahkan Iran atas serangan terhadap Arab Saudi, Turki adalah saingan regional utama bagi kerajaan itu, dan Putin telah berusaha memperluas pengaruh Rusia di ketiga negara, termasuk melalui penjualan senjata.

    "Al Quran mengatakan bahwa segala jenis kekerasan tidak dapat diterima, kecuali satu jenis kekerasan, ketika Anda melindungi orang-orang Anda," kata Putin mengutip Al Quran.

    "Kami siap membantu Arab Saudi melindungi rakyat mereka," katanya, dengan wajah muram. "Mereka perlu membuat keputusan cerdas, seperti yang dilakukan Iran dengan membeli S-300 kami, seperti yang dilakukan Erdogan dengan memutuskan untuk membeli sistem pertahanan udara S400 paling canggih."

    "Sistem semacam ini mampu mempertahankan segala jenis infrastruktur di Arab Saudi dari segala jenis serangan," tambahnya.

    Hassan Rouhani, yang duduk di sebelah Vladimir Putin, tertawa terbahak-bahak. Siaran di jaringan televisi Rusia milik negara RT menangkap menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, tertawa kecil di hadapan hadirin setelah Vladimir Putin menawarkan Arab Saudi sistem pertahanan udara Rusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.