Pemilu Israel: Netanyahu Akhiri Kekuasaanya Setelah Satu Dekade

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di markas partai Likud menyusul pengumuman jajak pendapat saat pemilihan parlemen Israel di Tel Aviv, Israel, Rabu, 18 September 2019. REUTERS/Ammar Awad

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di markas partai Likud menyusul pengumuman jajak pendapat saat pemilihan parlemen Israel di Tel Aviv, Israel, Rabu, 18 September 2019. REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari jumlah suara hasil pemilu Israel yang masuk sudah mencapai 95 persen dipastikan pesaing utama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Benjamin Gantz atau disapa Benny Gantz memenangkan pemilu.

    Netanyahu yang disapa Bibi tersingkir setelah satu dekade, 2009-2019, memimpin Israel sebagai perdana menteri.

    Menurut laporan The Times of Israel, 19 September 2019, dari jumlah suara yang masuk sebanyak 95 persen, partai pengusung Gantz, Partai Blue and White meraih 33 kursi di Knesset atau parlemen. Sedangkan partai pengusung Netanyahu, Likud, meraih 32 kursi.

    Meski partai Gantz menang pemilu, namun tidak mampu meraih jumlah kursi mayoritas. Sehingga partai Gantz dipastikan berkoalisi dengan partai lain agar dapat menguasai kursi di Knesset.

    Sejauh ini, belum ada partai membuka diri untuk berkoalisi. Untuk menjadi mayoritas di Knesset dibutuhkan 61 kursi.

    10 partai pemenang pemilu Israel dua hari lalu adalah Blue and White sebanyak 33 kursi, Likud 32 kursi, Joint List 12 kursi, Shas 9 kuris, Yisrael Beytenu 8 kursi, United Torah Judaism 8 suara, Yamina 7 suara, Labor-Gesher 6 suara, dan Democratic Camp 5 suara.

    Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan akan berkoalisi dengan Shas, United Torah Judaism dan Yamina.

    Adapun partai Gantz, akan berkoalisi dengan partai Labor Gehser dan Democratic Camp.

    Tinggallah Joint List dan Yeisrael Beyetenu yang belum memastikan pilihannya, apakah akan mendukung Netanyahu atau Gantz.

    Dalam pernyataan singkat kepada pers, Netanyahu mengatakan pilihan dilakukan sekarang antara pemerintah yang dia nahkodai atau pemerintah berbahaya yang terhubung dengan partai-partai Arab anti-Zionis.

    "Likud dan partai sayap kanan Hayamin Hehadash dan Habayit Hayehudi telah sepakat untuk mulai bernegosiasi untuk membentuk koalisi yang dipimpin Netanyahu," ujar Bibi, sapaan Netanyahu.

    Kemenangan tipis Benjamin Gantz terhadap Benjamin Netanyahu akan mendorong parlemen mengadakan penyatuan pemerintah dengan menggabungkan partai Likud, Blue and White, serta sejumlah partai lainnya di pemerintahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.