Amerika Akan Berikan Teknologi Nuklir ke Arab Saudi Asalkan ...

Presiden Donald Trump menyambut kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. Lawatan Mohammed bin Salman diperkirakan akan berbicara soal ancaman Iran, termasuk pengaruh dan pengembangan program nuklir Negeri Mullah itu. (AP Photo/Evan Vucci)

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat hanya akan memberikan teknologi nuklirnya pada Arab Saudi jika negara itu menandatangani sebuah kesepakatan dengan Lembaga Pemantau Atom PBB atau IAEA. Syarat itu diajukan agar IAEA bisa melakukan inspeksi kapan pun pada nuklir Arab Saudi.    

"Kami telah mengirimi mereka surat yang menjelaskan persyaratan yang akan diminta Amerika Serikat, tentu saja ini sejalan dengan apa yang diharapkan IAEA dari sudut pandang Protokol Tambahan agar IAEA mampu melakukan inspeksi yang sesuai dan bijaksana Arab Saudi," kata Menteri Energi AS Rick Perry, Selasa, 17 September 2019.

Protokol Tambahan yang dimaksud Perry merupakan tambahan dari perjanjian perlindungan antara IAEA dan negara-negara anggotanya, yang memberikan wewenang lebih luas kepada lembaga tersebut dalam memverifikasi program nuklir negara-negara yang memanfaatkan nuklir untuk perdamaian. Lebih dari 130 negara memiliki Protokol Tambahan yang berlaku.

"Kami orang besar dan kami tahu persyaratan untuk bermain di level ini dan Protokol Tambahan adalah apa yang akan diperlukan. Kongres Amerika Serikat telah mengirim pesan yang jelas bahwa mereka tidak akan mengizinkan Arab Saudi untuk mendapatkan teknologi nuklir Amerika Serikat kecuali ada Protokol Tambahan ditandatangani," kata Perry.

Arab Saudi adalah salah satu negara pengekspor minyak terbesar dunia. Riyadh mengatakan ingin mengembangkan tenaga nuklirnya untuk meningkatkan sektor energinya. Akan tetapi naiknya ketegangan Arab Saudi dengan Iran telah menimbulkan kekhawatiran kalau Riyadh bakal menggunakan teknologi nuklir itu untuk mengembangkan senjata nuklir.

Sebelumnya pada tahun lalu Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan Kerajaan Arab Saudi akan mengembangkan senjata nuklir jika Iran melakukannya. Sedangkan Menteri Energi Arab Saudi pada akhir pekan lalu mengatakan mereka ingin memperkaya uranium untuk program tenaga nuklirnya, dimana nuklir ini juga bisa digunakan sebagai bahan pembuat bom.

Arab Saudi berencana mengeluarkan tender multi-miliar dolar pada 2020 untuk membangun dua reaktor tenaga nuklir pertamanya dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Cina dan Prancis. 

REUTERS - MEIDYANA ADITAMA WINATA






Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

2 jam lalu

Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

Seorang pria yang diduga penculik sebuah keluarga dari California, AS, ditahan etelah mencoba untuk bunuh diri.


Ingin Jadi Warga Rusia, Eks Marinir AS Serang Polisi dan Dipenjara 4,5 Tahun

8 jam lalu

Ingin Jadi Warga Rusia, Eks Marinir AS Serang Polisi dan Dipenjara 4,5 Tahun

Mantan marinir AS Robert Gilman dijatuhi hukuman 4,5 tahun di Moskow karena menyerang polisi saat mabuk. Ia disebut-sebut ingin jadi warga Rusia.


Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

16 jam lalu

Dituding Siapkan Senjata Nuklir Kiamat Poseidon, Ini Kata Rusia

Media Barat melaporkan Rusia sedang bersiap menguji super-torpedo Poseidon, yang sering disebut sebagai 'senjata Kiamat'


Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

18 jam lalu

Militer Amerika Serikat Klaim Telah Menumpas Pimpinan Kelompok Al Shabaab

Militer Amerika Serikat mengklaim telah membunuh seorang pemimpin kelompok radikal al Shabaab dalam sebuah serangan udara sepanjang akhir pekan lalu


Badai Ian Tewaskan 100 Orang di Amerika Serikat

19 jam lalu

Badai Ian Tewaskan 100 Orang di Amerika Serikat

Korban tewas akibat Badai Ian di Amerika Serikat sudah mencapai 100 orang sampai Senin malam, sementara pencarian terus dilakukan


Noam Chomsky: AS Harus Buka Ruang Dialog Rusia Ukraina

1 hari lalu

Noam Chomsky: AS Harus Buka Ruang Dialog Rusia Ukraina

Noam Chomsky, filsuf politik asal Amerika Serikat meminta Washington untuk berhenti bertindak seolah mencegah negosiasi di antara Rusia Ukraina.


Donald Trump Menggugat CNN

1 hari lalu

Donald Trump Menggugat CNN

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi melayangkan tuntutan melawan CNN dengan tuduhan pencemaran nama baik


Gerombolan The Prediksi ke Amerika Serikat, Andre Taulany dkk Kunjungi Destinasi Wisata Ini

1 hari lalu

Gerombolan The Prediksi ke Amerika Serikat, Andre Taulany dkk Kunjungi Destinasi Wisata Ini

Andre Taulany dan anggota The Prediksi ke Amerika Serikat, destinasi wisata mana saja yang mereka datangi? Tentu Hollywood dan Route 66.


Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

3 hari lalu

Mendag: Indonesia Akan Buka Hipermarket di Arab Saudi, Khusus Produk UMKM

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah bersinergi dengan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran produk-produk UMKM.


Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

3 hari lalu

Menapaki Jejak Keterlibatan CIA dalam G30S

David T. Johnson, dalam bukunya mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, melalui tangan-tangan CIA, turut terlibat dalam G30S pada 30 September 1965.