Kuil di Thailand Sembunyikan Puluhan Bangkai Harimau

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 86 dari 147 harimau yang disita pemerintah Thailand mati karena virus. Sumber: edition.cnn.com

    86 dari 147 harimau yang disita pemerintah Thailand mati karena virus. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 86 dari 147 ekor harimau yang disita pemerintah Thailand ditemukan dalam kondisi mati. Satwa liar itu tewas karena virus yang disebabkan oleh perkawinan sedarah.

    Pejabat dari Departemen Taman Nasional Thailand mengatakan dalam penggerebekan di Kuil Budha di Kanchanaburi, ada 40 ekor harimau mati yang ditemukan dalam lemari pendingin. 

    Skandal ini telah menjadi bisik-bisik di area kuil itu sejak 2016 hingga akhirnya petugas satwa liar menyita hampir 150 ekor harimau menyusul semakin derasnya dugaan bahwa kuil itu terlibat dalam perdagangan ilegal satwa langka.

    Dari total 147 ekor harimau, 86 ekor dalam kondisi sudah mati dan sisanya  disita untuk dibawa ke dua cagar alam yang dikelola pemerintah. Di cagar alam itu, para petugas dengan cepat menemukan cara menguatkan sistem kekebalan mereka yang sangat dilemahkan oleh perkawinan sedarah.

    Kuil Budha di provinsi Kanchanaburi bagian barat Bangkok, menjadi tujuan utama wisatawan di mana pengunjung dapat berfoto selfie dengan harimau dan memberi makan harimau-harimau itu.

    86 dari 147 harimau yang disita pemerintah Thailand mati karena virus. Sumber: edition.cnn.com

    Seorang pejabat senior dari Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan mengatakan harimau itu rentan terhadap virus Canine Distemper, yakni suatu penyakit agresif yang terkadang berakibat fatal dan biasa ditemukan pada anjing.

    “Ketika kami membawa harimau itu masuk, kami mencatat bahwa mereka tidak memiliki sistem kekebalan tubuh karena perkawinan sedarah,” kata wakil direktur jenderal departemen, Prakir Vongsrivattanakul.

    Pihak Kuil telah mengakui bahwa mereka adalah suaka margasatwa, tetapi akhirnya diselidiki karena dugaan perdagangan satwa liar dan penyalahgunaan hewan.

    Aktivis pecinta hewan menuduh biksu di kuil itu memelihara harimau secara ilegal. Sedangkan beberapa pengunjung mengatakan harimau-harimau itu kelihatan seperti dibius.

    Petugas perlindungan satwa yang dilindungi mengajukan tuntutan pidana terhadap lima tersangka, termasuk bisu. Mereka dituduh memiliki hewan atau bagian-bagian hewan yang terancam punah. Pihak kuil membantah tudingan tersebut. Mereka mengatakan tidak terlibat dalam perdagangan ilegal dan memperlakukan harimau tersebut dengan baik.

    NEWS.COM.AU - MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.