Kereta Tergelincir, Sistem Transportasi di Hong Kong Terganggu

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta di Hong Kong Tergelincir Hingga Keluar Rel. Sumber: @SEELIFEHK via REUTERS/thestar.com.my

    Kereta di Hong Kong Tergelincir Hingga Keluar Rel. Sumber: @SEELIFEHK via REUTERS/thestar.com.my

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden tergelincirnya kereta hingga keluar dari rel di Hong Kong pada Selasa, 17 September 2019 telah mengganggu sistem layanan kereta di wilayah itu. Otoritas kereta di Hong Kong mengatakan, kejadian ini mengancam kekacauan lalu lintas komuter pada jam-jam sibuk.

    Sebuah kereta tergelincir hingga keluar rel saat meninggalkan sebuah stasiun di daerah kota Kowloon. Media lokal melaporkan satu orang terluka. 

    Diperkirakan sekitar enam juta orang setiap hari berangkat ke kantor menggunakan kereta. Operator kereta api Hong Kong MTR Corp mengatakan insiden tergelincirnya kereta ini bakal berdampak pada mereka. MTR tidak segera memberi alasan penyebab kecelakaan itu.

    Dalam tayangan televisi pada Selasa pagi terlihat ratusan penumpang mencoba turun dari kereta yang tergelincir itu. Stasiun televisi RTHK melaporkan kereta tiba-tiba bergoyang dan pintu mendadak terbuka sebelum kereta berhenti.

    Kejadian ini telah menyebabkan sejumlah stasiun kereta terdekat penuh dengan tumpukan kereta yang tidak bisa bergerak. Kereta yang biasanya berjalan pada jeda waktu dua menit terpaksa terlambat hingga interval 12 menit. Insiden ini juga membuat saham MTR turun 1,1 persen. 

    Selama protes pro-demokrasi yang meletup belum lama ini, sistem kereta api Hong Kong telah menjadi sasaran vandalisme para aktivis yang marah karena pihak MTR menutup sejumlah stasiun kereta untuk menghentikan berkumpulnya para pengunjuk rasa.

    REUTERS - MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.